Berita

Representative Image (Foto: AP)

Dunia

AS-Kuba Gelar Dialog Tertutup di Havana

SELASA, 21 APRIL 2026 | 12:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Kuba mengonfirmasi adanya pertemuan resmi dengan delegasi Amerika Serikat di Havana dalam beberapa waktu terakhir. 

Kontak diplomatik ini berlangsung secara tertutup dan disebut sebagai bagian dari komunikasi yang sensitif di tengah hubungan kedua negara yang masih diliputi ketegangan politik.

Wakil Direktur Jenderal Urusan AS di Kementerian Luar Negeri Kuba, Alejandro García del Toro, mengungkapkan bahwa pembicaraan tersebut melibatkan pejabat AS setingkat asisten menteri dan perwakilan Kuba setingkat wakil menteri luar negeri. 


"Diskusi tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh hormat dan profesional, dengan catatan bahwa tidak ada tenggat waktu atau prasyarat yang diberlakukan selama pertemuan," ujarnya seperti dikutip dari Al Mayadeen, Selasa, 21 April 2026.

Dalam pertemuan itu, delegasi Kuba menempatkan isu pencabutan embargo energi sebagai prioritas utama. 

Havana menilai sanksi energi yang diberlakukan Washington telah menciptakan tekanan ekonomi yang tidak adil terhadap rakyat Kuba, bahkan turut berdampak pada negara-negara ketiga yang menjalin kerja sama perdagangan bahan bakar secara sah.

Dialog senyap ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan dari Washington, terutama sejak kebijakan keras yang diambil pemerintahan Presiden Donald Trump. 

Blokade minyak yang diperketat disebut telah memperparah krisis energi di Kuba, mempersempit akses bahan bakar, dan menekan stabilitas ekonomi nasional.

Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel, sebelumnya menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki niat untuk memicu konflik. 

“Kami tidak menginginkan perang. Kami tidak menginginkan serangan,” sembari menegaskan bahwa posisi Kuba tetap defensif di tengah tekanan yang terus meningkat. 

Dampak kebijakan tersebut kian terasa di dalam negeri. Krisis bahan bakar memicu pemadaman listrik berkepanjangan hingga berjam-jam, mengganggu distribusi air, transportasi, serta layanan kesehatan. 

Situasi ini memperlihatkan betapa dalamnya efek domino dari kebijakan sanksi terhadap kehidupan masyarakat Kuba sehari-hari.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya