Berita

Anggota DPR RI Fraksi PAN, sekaligus Ketua Umum BM PAN, Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu (Dokumen pribadi)

Politik

Pasha Ajak Semua Pihak Jaga Etika Demokrasi dan Hindari DFK

SELASA, 21 APRIL 2026 | 11:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Seluruh pihak diajak menjaga etika dalam kehidupan demokrasi di tengah dinamika politik yang terjadi belakangan ini. 

Ajakan itu disampaikan Anggota DPR RI Fraksi PAN, sekaligus Ketua Umum BM PAN, Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu menyusul maraknya narasi yang mengandung disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK).

Pasha menegaskan, perbedaan pandangan terhadap kinerja pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi, termasuk terhadap capaian Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.


“Kami memahami bahwa tidak semua pihak memiliki pandangan yang sama terhadap capaian kinerja pemerintah, termasuk keberhasilan Bapak Zulkifli Hasan sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan. Perbedaan sikap merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa, 21 April 2026.

Namun demikian, ia mengingatkan agar perbedaan tersebut disampaikan secara sehat, terbuka, dan bertanggung jawab. Menurutnya, kompetisi politik seharusnya dibangun di atas gagasan, program, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pasha juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menyebarkan narasi yang mengandung disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK). Praktik semacam itu dinilai dapat merusak kualitas demokrasi sekaligus menyesatkan publik.

“Dalam kehidupan politik, prinsip ‘sepakat untuk tidak sepakat’ harus tetap dijunjung tinggi, selama bertujuan menjaga keseimbangan demokrasi dan pengawasan publik terhadap kinerja pemerintah,” kata Legislator PAN ini.

Pasha menegaskan, kritik terhadap pemerintah dijamin oleh undang-undang. Namun, kritik harus dibedakan dengan ujaran kebencian yang bersifat tendensius dan serangan personal.

“Kritik dijamin UU. Tapi beda dengan ujaran kebencian yang tendensius dan serangan personal—ini melanggar UU,” tegas Anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Pasha menambahkan, jika kritik telah bergeser menjadi upaya pembusukan karakter dan pembunuhan reputasi terhadap pejabat publik, maka yang paling dirugikan adalah masyarakat luas.

Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa bersama-sama membangun iklim politik yang sehat, beretika, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Kata mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun iklim politik yang sehat, beretika, dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” tutupnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya