Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

SELASA, 21 APRIL 2026 | 07:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah reli singkat di akhir pekan, bursa Eropa kembali mendarat di zona merah pada penutupan perdagangan Senin 20 April 2026 waktu setempat. 

Investor cenderung defensif mencermati nasib gencatan senjata AS-Iran yang segera berakhir serta potensi gangguan pasokan energi di kawasan Teluk.

Sentimen negatif menyeret indeks pan-Eropa STOXX 600 turun 0,82 persen dan ditutup ke level 621,46.


Bursa utama regional lainnya pun kompak melemah. Di Jerman, indeks DAX turun 1,15 persen menjadi 24.417,80. 

Di Inggris,  FTSE 100 melemah 0,55 persen ke posisi 10.609,08. Sedangkan di Prancis, CAC menyusut 1,12 persen menjadi 8.331,05.

Sektor perjalanan dan rekreasi anjlok 2,4 persen. Saham maskapai seperti Lufthansa dan Ryanair terpukul oleh lonjakan biaya bahan bakar. 

Sektor kedirgantaraan dan pertahanan juga melemah. Saham Rolls-Royce dan Safran masing-masing merosot sekitar 3,7 dan 3,9 persen. Sementara itu, saham perbankan dan barang mewah juga melemah sekitar 2 persen.

Kenaikan harga minyak mentah menciptakan polarisasi tajam di pasar. Saat ekuitas tertekan, saham-saham raksasa energi seperti BP, Shell, dan TotalEnergies justru melonjak antara 1,8 persen hingga 2,9 persen, menjadi penahan kejatuhan indeks yang lebih dalam.

Ketergantungan Eropa pada impor energi membuatnya lebih rentan dibandingkan Amerika Serikat. Analis dari Capital.com mencatat bahwa meski tidak berkinerja buruk secara absolut, ekuitas Eropa tetap tertinggal di belakang Wall Street karena risiko kerusakan ekonomi akibat krisis energi jauh lebih nyata di Benua Biru.

Investor kini menantikan kejelasan dialog damai di Pakistan sebagai kunci stabilitas pasokan energi dan pemulihan kepercayaan pasar ke depan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya