Berita

Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Aboe Bakar Alhabsyi bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Ibnu Kholil, Madura. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Aboe Bakar Alhabsyi Temui 18 Ulama di Madura Buntut Pernyataan Viral

SELASA, 21 APRIL 2026 | 00:00 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Aboe Bakar Alhabsyi, meluruskan polemik pernyataannya yang sempat viral dengan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Ibnu Kholil, Madura. 

Dalam kunjungan tersebut, Aboe Bakar bertemu dengan 18 ulama yang tergabung dalam Badan Silaturahmi Ulama Santri Madura (BASSRA) dari empat kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Pertemuan yang digelar Senin 20 April 2026, turut dihadiri Ketua BASSRA KH. Mohammad Rofie Baidlowi dan Sekretaris Jenderal KH. Syafik Rofii, bersama sejumlah ulama Madura lainnya. 


Dialog antara kedua pihak berjalan selama kurang lebih empat jam, mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB. Dari pertemuan tersebut, tercapai kesepakatan bersama yang kemudian dituangkan dalam dokumen dan ditandatangani kedua belah pihak.

Aboe Bakar menegaskan, kedatangannya ke Madura bertujuan untuk menyampaikan klarifikasi secara langsung. Ia juga mengakui adanya kekeliruan dalam penyampaian pernyataannya.

“Ucapan yang saya sampaikan merupakan sebuah lisan dengan cara penyampaian yang tidak tepat," kata Aboe Bakar dalam keterangan resmi, dikutip Senin 20 April 2026.

Legislator PKS itu berharap pertemuan ini dapat menjernihkan suasana sekaligus mengakhiri polemik yang berkembang di tengah masyarakat.

Selain itu, Aboe Bakar menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan para ulama dan aparat penegak hukum dalam memperkuat pemberantasan narkoba, khususnya melalui penyusunan regulasi yang lebih tegas.

Dalam kesepakatan yang dibacakan Ketua BASSRA, ditegaskan bahwa tidak ada niat dari Aboe Bakar untuk merendahkan lembaga atau ulama di Madura. Kekeliruan yang terjadi disebut murni pada aspek substansi dan redaksional.

"Insyaallah, pertemuan ini menjadi langkah awal membangun kembali kepercayaan antara wakil rakyat dan ulama di Madura," kata Kiai Rofie.

Sebelumnya, Aboe Bakar juga telah memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI pada Selasa 14 April 2026.

Ia memberikan klarifikasi atas pernyataannya terkait dugaan keterlibatan oknum di Madura dalam jaringan narkoba yang sempat menuai polemik.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keakraban Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 | 14:21

Hasto Soroti Fiskal hingga Demokrasi Tanggapi Rencana Jokowi Keliling Indonesia

Senin, 01 Juni 2026 | 14:19

Patroli Jalan Kaki Berujung Penangkapan Anggota KKB Intan Jaya

Senin, 01 Juni 2026 | 13:43

PDIP: Kehadiran Megawati di Istana Tak Terkait Oposisi atau Koalisi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:38

Prabowo Dorong Transformasi Nasional Menuju Ekonomi Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 | 13:37

Keandalan Listrik Jadi Prioritas untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:31

Kenapa 1 Juni Ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila? Ini Sejarah dan Alasannya

Senin, 01 Juni 2026 | 13:30

Kontroversi LCC Empat Pilar MPR Berlanjut ke Pengadilan, Sidang Dimulai Besok

Senin, 01 Juni 2026 | 13:24

Kembalikan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Senin, 01 Juni 2026 | 13:24

Lenteng Agung Arah Depok Ditutup hingga Selasa Pagi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:21

Selengkapnya