Berita

Ilustrasi Asteroid Apophis/Net.

Tekno

Asteroid 'Dewa Kekacauan' Apophis Akan Melintasi Bumi pada 2029, Bisa Dilihat Mata Telanjang

JUMAT, 17 APRIL 2026 | 10:56 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Fenomena antariksa super langka akan menghiasi langit fajar pada Sabtu, 14 April 2029 mendatang.

Asteroid raksasa 99942 Apophis, yang juga kerap dijuluki sebagai "God of Chaos" atau Dewa Kekacauan, dijadwalkan melintas dalam jarak yang sangat dekat dengan Bumi.

Menariknya, peristiwa bersejarah ini diperkirakan dapat disaksikan secara langsung oleh masyarakat di Indonesia tanpa memerlukan bantuan teleskop atau alat optik khusus.


Dengan diameter sekitar 375 meter—ukuran yang setara dengan bentangan tiga lapangan sepak bola—asteroid ini akan melaju di ketinggian sekitar 32.000 kilometer dari permukaan Bumi.

Jarak lintasan ini tergolong sangat dekat, bahkan lebih rendah dibandingkan orbit satelit geostasioner yang umumnya berada di ketinggian 36.000 kilometer.

Bagi pengamat di Indonesia, pergerakan Apophis dapat dipantau mulai mencapai puncak kecerahannya pada pukul 03.35 WIB. Titik terdekat asteroid terhadap Bumi akan terjadi pada pukul 04.45 WIB, di mana ia akan tampak layaknya sebuah bintang yang bergerak cepat di langit.

Dengan tingkat kecerahan mencapai magnitudo 3.1, Apophis akan terlihat cukup jelas oleh mata telanjang, asalkan diamati dari lokasi yang minim polusi cahaya dan dalam kondisi cuaca yang cerah.

Meski ukurannya masif dan masuk dalam kategori berpotensi berbahaya, Anda tidak perlu panik. NASA telah memastikan bahwa tidak ada risiko tabrakan antara Apophis dengan Bumi, setidaknya untuk 100 tahun ke depan.

Sebaliknya, justru asteroid itulah yang akan terdampak oleh interaksi gravitasi Bumi saat melintas. Nick Moskovitz, ilmuwan planet dari Observatorium Lowell, menjelaskan bahwa tarikan gravitasi Bumi diprediksi memicu efek pasang surut yang sanggup menciptakan guncangan seismik, perubahan kecepatan putaran, hingga memicu tanah longsor kecil di permukaan Apophis.

Mengingat lintasannya yang sangat langka, momen ini menjadi incaran utama bagi komunitas sains antariksa global. Badan Antariksa Eropa (ESA) bersiap meluncurkan misi Ramses pada 2028 untuk memantau fenomena ini.

Tak ketinggalan, wahana OSIRIS-APEX milik NASA juga dijadwalkan akan mengorbit asteroid tersebut pada Juni 2029 demi meneliti berbagai perubahan struktur pasca-lintasannya dari Bumi.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya