Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Plastik Mahal Ancam Harga Pangan, Mendag Upayakan Solusi

JUMAT, 17 APRIL 2026 | 08:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Perdagangan Budi Santoso, yang akrab disapa Busan, berharap tekanan pada harga plastik dapat segera mereda dalam waktu dekat. 

Lonjakan harga ini merupakan imbas langsung dari konflik di Asia Barat yang memutus rantai pasok nafta—bahan baku utama plastik—dari negara-negara Teluk.

Meski jalur pasokan utama terganggu, Mendag memastikan industri plastik nasional tetap beroperasi. Saat ini, Indonesia telah mendapatkan sumber bahan baku alternatif dari India, Afrika, hingga Amerika Serikat (AS).


“Mudah-mudahan plastik juga segera turun karena kan nanti bisa dampaknya ke yang lain kan banyak apa namanya produk yang dibungkus plastik,” ujar Busan di JIExpo, Jakarta, Kamis 16 April 2026. 

Walaupun bahan baku pengganti tersebut masih dalam proses pengiriman, Busan menegaskan bahwa aktivitas manufaktur dalam negeri tidak terhenti. “Memang, memang masih dalam perjalanan,” tambahnya.

Sebagai langkah strategis, pemerintah dan pelaku industri tengah menjajaki penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) sebagai pengganti nafta. Fokus pencarian pasokan LPG kini diarahkan ke wilayah Eurasia dan negara-negara di sekitar Rusia.

“Ya kita sudah coba melakukan pendekatan. Mudah-mudahan, mudah-mudahan segera selesailah krisis ini ya,” tutur politikus PAN tersebut.

Busan mengakui bahwa kenaikan harga plastik telah memicu efek domino pada komoditas lain. Salah satu yang paling terdampak adalah minyak goreng kemasan.

“Ya ada sedikit juga yang naik karena kan imbas dari, mereka kemasannya plastik semua,” ucap Busan.

Di sisi lain, pemerintah mulai melirik potensi bahan baku ramah lingkungan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengungkapkan bahwa rumput laut dan singkong tengah dikaji sebagai substitusi nafta untuk jangka panjang.

“Rumput laut, singkong. Ini baru dua itu saja ya baru dua itu yang yang bisa dipakai untuk plastik ini,” kata Maman saat ditemui di Kompleks Smesco Indonesia, Jakarta 9 April 2026. 

Tren kenaikan harga plastik mulai terjadi sejak eskalasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu. 

Konflik ini berujung pada penutupan Selat Hormuz, jalur vital yang mengakibatkan terhentinya distribusi global produk minyak bumi dan petrokimia.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya