Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Bursa Eropa: Industri Penerbangan Tertekan Lonjakan Biaya Avtur

JUMAT, 17 APRIL 2026 | 07:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa menutup sesi perdagangan dengan dinamika yang cenderung stagnan, di tengah upaya investor menyeimbangkan harapan perdamaian Timur Tengah dan rilis laporan keuangan emiten. 

Reuters melaporkan, indeks acuan STOXX 600 berakhir dengan koreksi sangat tipis sebesar 0,05 persen atau menyusut 0,32 poin ke level 616,95 pada penutupan Kamis 16 April 2026 waktu setempat atau Jumat dini hari WIB. 

Pergerakan di berbagai bursa utama menunjukkan hasil yang beragam; DAX Jerman berhasil menguat 0,36 persen ke posisi 24.154,47. 


FTSE 100 Inggris naik 0,29 persen menjadi 10.589,99, namun indeks CAC Prancis justru tergelincir 0,14 persen ke angka 8.262,70.

Sentimen pasar di Jerman sedikit tertekan setelah pemerintah setempat memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi setengah dari perkiraan awal dan menurunkan estimasi untuk 2027. Di sisi lain, proyeksi inflasi justru dikoreksi naik sebagai dampak dari melambungnya harga minyak mentah. 

Walaupun STOXX 600 hampir pulih ke level sebelum konflik, kekhawatiran terhadap tingginya harga energi bagi ekonomi Eropa yang haus impor tetap menjadi beban. 

Dari sisi sektoral, performa pasar ditopang oleh saham teknologi yang melonjak 1,5 persen serta sektor energi yang naik 0,7 persen. Saham perangkat lunak menjadi primadona dengan lonjakan SAP Jerman sebesar 3,5 persen, diikuti oleh penguatan Dassault Systemes dan Capgemini yang masing-masing tumbuh di atas 2,5 persen. 

Namun, performa positif ini terhambat oleh sektor keuangan yang turun 1 pesen serta sektor pertahanan yang ambles 1,8 persen, di mana Safran dan Rolls-Royce mencatatkan koreksi signifikan.

Industri perjalanan dan rekreasi juga mengalami masa sulit akibat beban biaya bahan bakar jet yang mahal. 

Ryanair memimpin kejatuhan dengan penurunan 6,4 persen, sementara Lufthansa terpaksa memangkas jadwal penerbangan dan melihat sahamnya turun 3,4 persen. 

EasyJet Inggris juga melaporkan tren pemesanan tiket yang melambat sehingga sahamnya merosot 5 persen.

Di jajaran saham individu, produsen cokelat Barry Callebaut mengalami kerugian besar hingga 15,6 persen setelah menurunkan target laba operasional tahunannya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya