Berita

Kebakaran besar melanda kilang minyak penting di Geelong, Australia pada Rabu malam, 15 April 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube 9News)

Dunia

Kilang Minyak Australia Meledak, Risiko Kelangkaan Bensin Membesar

KAMIS, 16 APRIL 2026 | 08:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kebakaran besar melanda kilang minyak penting di Geelong, Australia, setelah serangkaian ledakan pada Rabu malam, 15 April 2026, waktu setempat.

Insiden ini langsung memicu kekhawatiran serius terhadap pasokan bahan bakar nasional, mengingat fasilitas tersebut merupakan salah satu dari hanya dua kilang yang masih beroperasi di Australia.

Menurut laporan AFP yang dikutip Kamis 16 April 2026, api yang menjulang hingga sekitar 60 meter dipicu oleh kebocoran gas yang sangat mudah terbakar. Kobaran kemudian membesar setelah beberapa ledakan terjadi, dan terus menyala hingga keesokan harinya. Petugas menyebut kebakaran ini sangat ganas karena bermula dari api kecil sebelum berkembang menjadi ledakan besar.


Kilang milik perusahaan energi Viva ini menyumbang sekitar 10 persen produksi bahan bakar Australia, dengan kapasitas mencapai 120.000 barel per hari. Bagian yang paling terdampak adalah unit produksi bensin beroktan tinggi, sementara fasilitas lain seperti produksi bahan bakar jet dan diesel berhasil diamankan melalui sistem isolasi.

Menteri Energi Australia, Chris Bowen, menegaskan bahwa dampak utama dari kejadian ini akan terasa pada produksi bensin. Ia juga mengakui situasi ini datang di waktu yang kurang tepat. “Ini tidak bagus. Waktunya tidak tepat, bukan?” ujarnya kepada media nasional.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan. Bowen menekankan pentingnya menjaga konsumsi tetap wajar agar tidak memicu kepanikan di tengah potensi gangguan pasokan.

Secara struktural, Australia memang rentan terhadap gangguan energi karena hanya memiliki sedikit kilang domestik dan sangat bergantung pada impor. Saat ini, cadangan bensin diperkirakan hanya cukup untuk sekitar 38 hari, jauh di bawah standar minimum 90 hari.

Kondisi ini diperparah oleh situasi global, terutama terganggunya jalur distribusi minyak di Selat Hormuz akibat konflik di Timur Tengah. Jalur ini merupakan salah satu rute terpenting bagi pasokan energi dunia.

Meski belum ada kebijakan pembatasan distribusi, pemerintah mendorong masyarakat untuk menghemat penggunaan bahan bakar, termasuk dengan memanfaatkan transportasi umum, guna menjaga stabilitas pasokan hingga situasi kembali normal.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

UPDATE

BEI Atur Strategi Dorong Saham RI Kembali ke Panggung Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 08:12

Kakak Beradik di Lubang Buaya Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hanyut di Selokan

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:59

DPR Minta Transisi Tata Niaga Sawit Tak Korbankan Petani

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:41

Meksiko Siap Tampung Timnas Piala Dunia Iran

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:30

Bersih-Bersih FTSE Russell: Empat Saham Indonesia Didepak dari Indeks Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:21

STOXX 600 dan DAX Melonjak Berkat Meredanya Risiko Energi

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:03

Utang Kapal dari Inggris

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:46

Pemprov Papua Harus Punya Wewenang Beri Izin Tambang

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:23

Sembilan Tokoh Didapuk jadi Tim Formatur Kongres Kembali ke UUD 1945 Asli

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:59

Wagub Jabar Berharap Persib Bisa Bicara Banyak di Level Asia

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:39

Selengkapnya