Berita

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslan (Tangkapan layar dari YouTube Sekretariat Presiden)

Bisnis

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

KAMIS, 16 APRIL 2026 | 07:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lembaga pengelola kekayaan negara (Sovereign Wealth Fund) Indonesia, Danantara, menegaskan komitmennya untuk memperluas investasi di Timur Tengah dan memperkuat sektor ketahanan energi domestik di tengah ketidakpastian global.

Meskipun konflik di Iran berlanjut, Danantara justru meningkatkan alokasi dananya ke Arab Saudi, khususnya di Mekkah, setelah sebelumnya sukses mengakuisisi lahan dan hotel di sana.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan optimisme tingginya terhadap pembukaan akses investasi oleh otoritas Arab Saudi:


“Kami akan terus berinvestasi di Timur Tengah, terutama di Mekah — karena sungguh, luar biasa mereka telah membuka Arab Saudi bagi kami untuk berinvestasi,” ujar Pandu, dikutip dari Bloomberg TV. 

“Jadi kami menggandakan upaya itu. Karena saya pikir dalam jangka panjang, Mekah akan selalu menjadi Mekah, itu akan selalu menjadi investasi yang sangat baik,” lanjutnya.

Tahun ini, Danantara berencana mengalokasikan dana sekitar 14 miliar Dolar AS ke berbagai aset. Mengingat dampak konflik Timur Tengah diprediksi akan terasa hingga 12 bulan ke depan, arah investasi kini lebih condong  ke ketahanan energi dengan mendukung infrastruktur digital dan ekosistem AI. 

Selain itu, sektor mineral kritis juga menjadi prioritas.

Danantara juga terus memperluas jaringan melalui kerja sama internasional dan membangun kemitraan dengan China Investment Corporation. Kedua pihak disebut akan mengalokasikan masing-masing sekitar 500 juta Dolar AS.

Danantara juga menjalin kerja sama dengan Qatar Investment Authority untuk sektor properti di Indonesia. Sementara dengan Rusia, meski hubungan diplomatik menguat pasca-kunjungan Presiden Prabowo ke Moskow, kerja sama dengan Russian Direct Investment Fund (RDIF) masih menunggu tindak lanjut konkret.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya