Berita

Peluncuran HIPMI 8%. (Foto: Istimewa)

Politik

HIPMI 8%, Langkah William Heinrich Perkuat Visi Presiden Prabowo

RABU, 15 APRIL 2026 | 22:29 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Gagasan strategis bertajuk “HIPMI 8%” menjadi tema besar langkah William Heinrich dalam pencalonan sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

William Heinrich mengatakan, langkah ini sebagai upaya konkret memperkuat visi ekonomi nasional yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan sekadar angka politis, melainkan kebutuhan mendesak agar Indonesia mampu keluar dari jebakan middle income trap sebelum bonus demografi berakhir," kata William, dalam keterangan tertulis, Rabu 15 April 2026.


William mengatakan, keterbatasan ruang fiskal negara membuat pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Sehingga peran sektor riil, khususnya pengusaha muda, menjadi sangat krusial.

"Keterbatasan ruang fiskal negara membuat pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga peran sektor riil, khususnya pengusaha muda, menjadi sangat krusial," ujarnya.

Dalam upaya mendukung pemerintah, kata dia, Hipmi harus bertransformasi menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. 

"Organisasi ini tidak boleh lagi sekadar menjadi pelengkap atau bergantung pada proyek pemerintah, melainkan harus tampil sebagai engine of growth yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi secara mandiri," tegas William.

William juga menyoroti kontribusi HIPMI dalam memperkuat penerimaan negara. Dalam situasi pemerintah yang menjaga daya beli masyarakat, termasuk dengan mempertahankan tarif PPN di angka 11 persen, dia menawarkan solusi melalui perluasan basis pajak.

"Hipmi akan berperan sebagai mesin pencetak lapangan kerja formal baru, sehingga mampu meningkatkan penerimaan negara dari pajak badan maupun pajak karyawan," ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, William menargetkan penciptaan 10.000 pengusaha produktif baru. 

Ia juga menegaskan akan merombak indikator kinerja organisasi di tingkat daerah dengan menitikberatkan pada keberhasilan bisnis anggota, keberlanjutan usaha, serta kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja.

"Jika strategi ini berjalan optimal, kontribusi anggota Hipmi dapat menghasilkan tambahan output ekonomi hingga Rp20 triliun di pasar domestik," pungkasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Negara Hadir, Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat dan Terkoordinasi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:26

Legislator PDIP Anggap Semu Keberhasilan Swasembada Pangan Pemerintah

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:18

Anggota PJ91 Gelar Plogging di Lapangan Utama Jamnas 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:01

Dinamika Internal Organisasi Jelang Muktamar NU Makin Panas

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:46

HNI Berkontribusi dalam Gerakan Perekonomian dan Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:38

Program Prabowo Perkuat Layanan Kesehatan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:23

Tantangan Membangun Sistem Pertahanan Udara Nasional

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00

Transformasi BRI Tuai Pengakuan Global

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:52

Dampak Gempa NTT, Wings Air Batalkan 8 Penerbangan di Ende

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:28

Pemerintah Kerahkan Personel Gabungan ke Daerah Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya