Berita

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Ternyata Ada 10 Persen Orang Kaya Terima PBI BPJS

RABU, 15 APRIL 2026 | 15:09 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah berencana melakukan “bersih-bersih” data peserta BPJS Kesehatan dalam waktu tiga bulan untuk memastikan subsidi tepat sasaran. 

Perapihan ini akan berbasis satu data nasional dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kebijakan ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh data penerima bantuan terpusat dan lebih akurat. 


Menurut Budi, fokusnya adalah memastikan subsidi hanya diberikan kepada masyarakat dalam kelompok ekonomi terbawah.

“Semuanya akan berbasis BPS,” kata Budi dalam rapat di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 15 April 2026.

Dari total 289,06 juta penduduk, pemerintah mencatat sekitar 159,1 juta peserta BPJS saat ini iurannya ditanggung negara, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Jumlah ini bahkan melampaui 50 persen populasi.

Namun, setelah data dikonsolidasikan, ditemukan ketidaktepatan sasaran. Sebagian penerima subsidi justru berasal dari kelompok masyarakat mampu, termasuk dalam kategori 10 persen terkaya.

“Bahwa uang yang kita bayarkan, itu tidak semuanya untuk 50 persen orang termiskin. Ada juga yang 10 persen orang terkaya pun kita bayarkan sesudah kita konsolidasikan data di BPS,” lanjutnya.

Pemerintah pun berencana mengalihkan subsidi dari kelompok ekonomi atas ke masyarakat yang lebih membutuhkan, khususnya di kelompok menengah bawah yang belum tercover bantuan.

“Nah, pemerintah melihat bahwa demi keadilan, angka-angka yang kurang tepat sasaran ini mau kita alihkan ke yang lebih membutuhkan," kata Budi.

Secara rinci, ditemukan jutaan data yang tidak tepat sasaran, termasuk dari skema Penerima Bantuan Iuran (PBI), peserta daerah, hingga BPJS kelas 3. Total sekitar 11 juta peserta masuk dalam rencana realokasi bantuan.

Untuk menjaga layanan tetap berjalan, pemerintah memberi masa transisi selama tiga bulan bagi peserta terdampak sambil melakukan validasi ulang data. Dalam periode ini, akses layanan kesehatan tetap dibuka.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya