Menu MBG. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pemberian makan di sekolah (school meals) dengan pemberian susu sekolah (school milk) terintegrasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Integrasi tersebut dimaksudkan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi peserta didik secara optimal guna mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” kata Tim Pakar Bidang Susu BGN Prof. Epi Taufik dalam pesan elektronik kepada RMOL, Selasa malam, 14 April 2026.
Dengan begitu, ia menegaskan bahwa tidak ada perubahan sedikitpun terkait komponen hewani dalam program MBG.
“Sumber protein hewani tetap dari: daging ayam atau daging sapi, telur dan susu juga ikan. Setiap produk hasil ternak itu memiliki keunikan walau sama-sama protein hewani, tetapi susunan asam amino daging ayam ada perbedaannya dengan daging sapi juga dengan telur dan tentu susu,” jelasnya.
Sambung Prof. Epi, hasilnya akan lebih signifikan jika asam amino telur, daging dilengkapi dengan asam-asam amino dari susu. Terlebih lagi dalam susu terdapat komponen bioaktif pangan yang berbeda dengan produk hasil ternak lain. jadi ini tidak hanya sekedar pada protein, tetapi juga vitamin, mineral dan komponen fungsional/bioaktif.
“Susu memiliki keunggulan dalam komponen-komponen mineral dan biofungsional/bioaktif yang dapat menunjang pertumbuhan fisik dan kognitif/otak anak-anak,” tegas dia.
Masih kata Prof. Epi, protein hewani memiliki nilai biological value dan amino acid score yang lebih tinggi dari protein nabati. Pasalnya, asam amino esensial merupakan asam amino yang tidak dapat diproduksi tubuh, harus dari asupan pangan dari luar tubuh, banyak terdapat di protein hewani.
“Susu menyediakan protein hewani, karbohidrat, lemak ditambah vitamin dan mineral untuk pertumbuhan tulang dan gigi seperti kalsium dan vitamin D serta komponen bioaktif untuk mendukung pertumbuhan otak dan daya kognisi,” jelasnya lagi.
Ia menambahkan bahwa pemberian susu dalam program MBG direkomendasikan kepada tiga kelompok, yakni Balita non PAUD, ibu hamil dan menyusui; siswa TK/PAUD sampai dengan SD dan siswa SMP-SMA sederajat.
Maka dari itu, lanjut dia, pemberian makan dan susu tidak bisa dipisah satu sama lain.
“Jika hanya melihat protein saja, termasuk protein hewani maka alternatifnya memang banyak. (Ada) daging ayam, daging sapi, daging domba, daging kambing, daging babi, daging burung, daging puyuh, ikan laut, ikan darat dan lain-lain. Demikian dengan susu: susu sapi, susu kambing, susu domba, susu kerbau, susu kuda (wilayah NTB),” beber dia.
“Jika kita lihat program makan sekolah/school meals di negara lain, maka selalu berupa paket kesatuan makan tambah susu. Di Jepang sendiri saat ini sumber protein hewani berupa daging sapi, daging ayam, telur, ikan diberikan secara bergantian setiap harinya, tetapi susu diberikan setiap hari,” pungkasnya.