Berita

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Menteri Haji Janji Antrean Tidak Dihapus meski Ada War Tiket

SELASA, 14 APRIL 2026 | 15:36 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Polemik wacana war tiket dalam pengelolaan haji memunculkan kekhawatiran publik, terutama soal nasib jemaah yang sudah menunggu ke Tanah Suci bertahun-tahun. 

Menanggapi hal itu, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menegaskan, antrean haji tidak akan dihapus.

Gus Irfan mengatakan, wacana war tiket masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi kebijakan resmi. Ia memastikan hak jemaah yang sudah mengantre tetap dilindungi dan tidak akan dihanguskan.


“Yang jelas antrean tidak akan kita hanguskan. Jemaahnya sudah antre 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun,” kata Gus Irfan di Jakarta, Selasa 14 April 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah tengah mencari terobosan untuk memangkas panjangnya antrean haji. Namun, skema yang dibahas tidak serta-merta menggantikan sistem yang sudah berjalan.

“Pembahasan tetap akan jalan. Cuma mungkin istilahnya bukan war tiket apa-apalah istilahnya,” lanjutnya.

Pembahasan kebijakan ini, menurut Gus Irfan, masih panjang dan melibatkan banyak pihak, mulai dari DPR hingga pelaku industri haji. 

Pemerintah juga masih berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi terkait kemungkinan perubahan skema layanan haji.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya