Ilustrasi KTP (Sumber: Gemini Generate Image)
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi merilis pembaruan daftar jenis pekerjaan yang dapat dicantumkan dalam dokumen kependudukan, termasuk Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el). Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 6 Tahun 2026 yang menetapkan sebanyak 106 jenis pekerjaan yang kini diakui secara administratif.
Daftar terbaru tersebut mencakup spektrum profesi yang sangat luas, mulai dari jabatan tinggi negara seperti Presiden dan Wakil Presiden, hingga profesi tradisional dan kultural seperti paranormal, paraji, dan tabib. Kemendagri juga mengelompokkan jenis pekerjaan ini ke dalam berbagai sektor untuk memudahkan pengklasifikasian data kependudukan.
Pada sektor pertanian, misalnya, terdapat pilihan seperti petani/pekebun, peternak, nelayan/perikanan, hingga turunannya seperti buruh tani/perkebunan dan buruh nelayan/perikanan. Sementara itu, di sektor jasa dan perdagangan, masyarakat dapat memilih profesi seperti wiraswasta, pedagang, sopir, juru masak, hingga chef.
Tak hanya itu, profesi keagamaan juga masuk dalam daftar, di antaranya imam masjid, pendeta, pastor, ustadz/mubaligh, biarawati, biarawan, uskup, pandita, pinandita, bhikkhu, hingga pemuka agama lainnya. Adapun jabatan politik dan pemerintahan turut dicantumkan secara lengkap, mulai dari presiden dan wakil presiden, anggota kabinet, gubernur, bupati, wali kota, hingga anggota DPRD kabupaten/kota.
Berikut daftar pekerjaan yang dapat dicantumkan dalam KTP:
- Belum/Tidak Bekerja
- Mengurus Rumah Tangga
- Pelajar/Mahasiswa
- Pensiunan
- Aparatur Sipil Negara (ASN)
- Tentara Nasional Indonesia
- Kepolisian RI (POLRI)
- Perdagangan
- Petani/Pekebun
- Peternak
- Nelayan/Perikanan
- Industri
- Konstruksi
- Transportasi
- Karyawan Swasta
- Karyawan BUMN
- Karyawan BUMD
- Karyawan Honorer
- Buruh Harian Lepas
- Buruh Tani/Perkebunan
- Buruh Nelayan / Perikanan
- Buruh Peternakan
- Pembantu Rumah Tangga
- Tukang Cukur
- Tukang Listrik
- Tukang Batu
- Tukang Kayu
- Tukang Sol Sepatu
- Tukang Las/Pandai Besi
- Tukang Jahit
- Tukang Gigi
- Penata Rias
- Penata Busana
- Penata Rambut
- Mekanik
- Seniman
- Tabib
- Paraji
- Perancang Busana
- Penerjemah
- Imam Masjid
- Pendeta
- Pastor
- Wartawan
- Ustadz/Mubaligh
- Juru Masak
- Promotor Acara
- Anggota DPR-RI
- Anggota DPD
- Anggota BPK
- Presiden
- Wakil Presiden
- Anggota Mahkamah Konstitusi
- Anggota Kabinet/Kementerian
- Duta Besar/Kepala Perwakilan
- Gubernur
- Wakil Gubernur
- Bupati
- Wakil Bupati
- Walikota
- Wakil Walikota
- Anggota DPRD Provinsi
- Anggota DPRD Kab/Kota
- Dosen
- Guru
- Pilot
- Pengacara
- Notaris
- Arsitek
- Akuntan
- Konsultan
- Dokter
- Bidan
- Perawat
- Apoteker
- Psikiater/Psikolog
- Penyiar Televisi
- Penyiar Radio
- Pelaut
- Peneliti
- Sopir
- Pialang
- Paranormal
- Pedagang
- Perangkat Desa
- Kepala Desa
- Biarawati
- Wiraswasta
- Artis
- Atlet
- Chef
- Manajer
- Tenaga Tata Usaha
- Operator
- Pekerja Pengolahan, Kerajinan
- Teknisi
- Asisten Ahli
- Gembala
- Uskup
- Biarawan
- Pandita
- Pinandita
- Bhikkhu
- Xueshi
- Wenshi
- Jiaosheng