Berita

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. (repro TVR Parlemen)

Bisnis

Papua Mulai Membaik di Sejumlah Indikator

SENIN, 13 APRIL 2026 | 14:31 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kondisi pembangunan di Papua masih berada di bawah rata-rata nasional, meski sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan. 

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan, perbaikan terlihat dari tren data kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, walau belum mampu menyamai capaian nasional. Dana otonomi khusus (otsus) yang ditingkatkan menjadi 2,25 persen juga disebut mulai memberi dampak di lapangan.

“Jadi semuanya termasuk Papua itu masih di bawah angka nasional, membaik tapi di bawah angka nasional,” kata Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 13 April 2026.


Di sektor kesehatan, usia harapan hidup di Papua terus naik, meski seluruh provinsi masih berada di bawah angka nasional 74,47 tahun. Papua Pegunungan menjadi wilayah dengan capaian terendah, sementara provinsi lain mulai menunjukkan tren peningkatan.

Masalah stunting juga masih tinggi di seluruh wilayah Papua, meski beberapa daerah mulai mengalami penurunan. Angka stunting nasional berada di 19,8 persen, sedangkan Papua Pegunungan masih mendekati 40 persen.

“Sementara untuk prevalensi stunting sebagaimana dalam slide, stunting masih di atas nasional semuanya. Nasional mencapai 19,8 persen sementara yang trennya menurun membaik makin kurang yang stunting kekurangan gizi,” paparnya.

Pada sektor pendidikan, ketimpangan masih terlihat, terutama di wilayah pegunungan. Harapan lama sekolah di Papua Pegunungan hanya 9,98 tahun dan belum menunjukkan peningkatan signifikan.

“Papua Pegunungan cukup jauh di bawah nasional datar belum ada kemajuan yang berarti dan 9,98 tahun ini harapan lama sekolahnya. Kemudian Papua Tengah paling bawah di sana artinya dua ini betul-betul perlu didongkrak karena datar dan belum ada yang terlalu signifikan kenaikannya untuk harapan lama sekolah Papua Cerdas,” jelasnya.

Namun, ada capaian positif pada rata-rata lama sekolah, di mana Provinsi Papua sudah melampaui angka nasional 9,07 tahun dengan capaian 10,01 tahun. Meski begitu, wilayah lain masih tertinggal jauh, terutama Papua Pegunungan yang hanya 4,3 tahun.

“Papua Pegunungan pada posisi paling bawah hanya 4,3 tahun. Jadi anak-anak sekolahnya 4,3 tahun terus ya ini cukup memprihatinkan. Nah inilah kira-kira apa data mengenai capaian di bidang pendidikan,” terangnya.

Dari sisi ekonomi, tingkat kemiskinan di seluruh Papua juga masih lebih tinggi dibandingkan angka nasional 8,25 persen. Meski demikian, beberapa wilayah menunjukkan tren penurunan, seperti Papua Pegunungan.

“Kita melihat bahwa tingkat kemiskinan di seluruh Papua itu, itu di atas nasional. Ini bukan bagus, di atas. Karena semakin besar angkanya menunjukkan bahwa persentase masyarakat yang miskin besar,” ucapnya.

Ia mencontohkan, kemiskinan di Papua Pegunungan turun dari 32,97 persen pada 2024 menjadi 27,21 persen pada 2025. Namun, di Papua Selatan justru mengalami kenaikan.

“Di Papua Selatan, kita melihat bahwa ada kecenderungan menaik malah warga yang miskin, Dari 17,44 persen ke angka 19,26 persen. Jadi malah naik 2 persen selama 2024-2025,” kata Tito.

Tito menegaskan, meski masih tertinggal, tren perbaikan di sejumlah wilayah menunjukkan bahwa kebijakan otsus mulai berdampak. Pemerintah pun akan terus mendorong pemerataan pembangunan agar Papua bisa mengejar ketertinggalan dari rata-rata nasional.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya