Berita

Potret pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Il Sung dan Presiden RI Soekarno (Foto: X)

Dunia

61 Tahun Berlalu, Jejak Lawatan Kim Il Sung Tetap Membekas di Indonesia

SENIN, 13 APRIL 2026 | 13:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kunjungan pemimpin Korea Utara Kim Il Sung ke Indonesia pada April 1965 masih dikenang hingga kini. 

Meski telah berlalu lebih dari enam dekade, jejak lawatan tersebut disebut tetap membekas dalam ingatan sejarah dan hubungan kedua negara.

Dalam catatan sejarah, Kim Il Sung melakukan kunjungan ke Indonesia pada 10 hingga 20 April 1965. 


Kedatangannya disambut meriah oleh pemerintah dan masyarakat. Presiden pertama RI Sukarno bahkan turun langsung mengatur agenda kunjungan dan memberikan sambutan istimewa.

Media massa nasional saat itu menempatkan profil Kim Il Sung di halaman depan, sementara berbagai slogan penyambutan menghiasi jalan-jalan. 

Ratusan ribu warga juga dilaporkan memadati jalur sepanjang sekitar 160 kilometer untuk menyambut kedatangan tamu negara tersebut.

Dalam rangkaian kunjungannya, Kim Il Sung diundang menghadiri sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara, menjadikannya sebagai pemimpin asing pertama yang hadir dalam forum tersebut. 

Sukarno bahkan memujinya sebagai sosok teladan yang patut diikuti.

Kedekatan kedua pemimpin juga terlihat dalam berbagai agenda, termasuk peringatan 10 tahun Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung. 

Pada 15 April 1965, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-53, Kim Il Sung dianugerahi gelar doktor kehormatan di bidang teknik serta diabadikan dalam penamaan bunga hasil persilangan baru.

Hubungan personal yang erat itu tergambar dari pernyataan Sukarno yang enggan berpisah dengan tamunya. 

Ia bahkan berseloroh ingin “mematahkan roda pesawat” agar Kim Il Sung tetap tinggal lebih lama di Indonesia. Ungkapan tersebut menyentuh banyak pihak dan menjadi simbol kedekatan yang terjalin dalam kunjungan bersejarah itu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya