Berita

Anggota Baleg DPR Firman Soebagyo. (Foto: Dokumentasi Fraksi Golkar)

Politik

Legislator Golkar:

Pancasila Harus jadi Alat Analisis, Bukan Sekadar Hafalan

SENIN, 13 APRIL 2026 | 03:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Anggota Baleg DPR dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo menyoroti fenomena pergeseran nilai Pancasila, terutama pada generasi muda Indonesia di tengah arus globalisasi.

Firman menekankan pentingnya kehadiran negara dalam memberikan pendidikan nilai kebangsaan yang bersumber dari Pancasila. 

“Pancasila harus dijadikan alat analisis, bukan sekadar hafalan. Harus dibedah dalam kasus nyata, supaya relevan dengan kehidupan sehari-hari,” kata Firman dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 12 April 2026.


Politikus senior Golkar itu menyebut ada kegelisahan nyata dari kalangan orang tua dan pendidik terhadap generasi yang secara akademik unggul, namun dinilai mulai kehilangan pijakan nilai kebangsaan.

“Ini keresahan yang nyata. Anak-anak kita pintar, sekolah sampai luar negeri, tapi akar budayanya mulai copot. Mereka tidak lagi memahami gotong royong, bahkan tidak tahu kenapa Pancasila lahir sebagai dasar negara,” jelasnya.

Ia mengkritik metode pembelajaran sejarah yang dinilai terlalu dangkal dan hanya menekankan kronologi tanpa makna. 

“Sejarah kita diajarkan seperti hafalan. Padahal yang penting itu bukan tanggalnya, tapi kenapa para pendiri bangsa memilih Pancasila, bukan ideologi lain. Di situ ada perjuangan, ada kompromi, ada darah,” tegasnya.

Lebih jauh, Firman menilai tantangan ideologi saat ini semakin berat karena harus berhadapan dengan algoritma digital yang lebih menarik bagi generasi muda. 

“Pancasila itu butuh perenungan, sementara media sosial memberi kepuasan instan setiap detik. Ini pertarungan narasi yang tidak seimbang, dan negara belum benar-benar hadir di ruang batin generasi muda,” jelas dia.

Firman menutup pernyataannya dengan nada yang lebih reflektif, menekankan bahwa persoalan generasi muda bukanlah soal kurangnya nasionalisme, melainkan kegagalan sistem dalam menghadirkan ruang perjumpaan antara nilai global dan jati diri kebangsaan.

“Generasi muda kita bukan kurang Indonesia. Mereka hanya belum dijemput. Kita terlalu sibuk menuntut mereka memahami bangsa ini, tapi lupa menyediakan jembatan agar mereka bisa terhubung dengan identitasnya sendiri,” tandasnya.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya