Launching pelaksanaan Kongres VII BM PAN. (Foto: Dokumentasi BM PAN)
Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) secara resmi meluncurkan pelaksanaan Kongres VII BM PAN di kawasan Ampera, Jakarta Selatan pada Minggu, 12 April 2026.
Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya rangkaian agenda menuju forum tertinggi organisasi yang akan digelar pada 9-11 Juli 2026 di Marbella, Anyer, Banten.
Kegiatan launching tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum BM PAN, Sigit Purnomo Said (Pasha), didampingi oleh Sekretaris Dewan Kehormatan BM PAN Iswari Mukhtar, Sekjen BM PAN Slamet Ariyadi, Bendum BM PAN, Husmaludin, Ketua Steering Committee (SC) Abdul Munir Sara, Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Achmad Qayyimel Alofi, Ketua Organizing Committee (OC) Muhammad Firman, serta jajaran pimpinan pusat BM PAN lainnya.
Dalam momentum tersebut, Ketua Panitia Pemilihan secara resmi mengumumkan tahapan pendaftaran calon Ketua Umum BM PAN yang akan dibuka pada 19 April hingga 17 Mei 2026. Salah satu persyaratan utama bagi bakal calon adalah memperoleh dukungan minimal dari empat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) BM PAN.
Ketua SC, Abdul Munir Sara, mengungkapkan bahwa dinamika menuju Kongres VII sudah mulai menguat dengan tingginya antusiasme kader. Hingga saat ini, terdapat sekitar enam hingga tujuh kandidat potensial yang mulai muncul dan menyatakan kesiapan untuk berkompetisi.
“Kami melihat antusiasme yang sangat tinggi dari kader. Ada sekitar enam sampai tujuh kandidat kuat yang mulai muncul. Pada Kongres kali ini, kami juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi kader dari unsur PAN, karena BM PAN merupakan organisasi yang inklusif,” ujar Munir dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta.
Sementara itu, Ketua OC Muhammad Firman menyampaikan kesiapan panitia dalam menyelenggarakan kongres secara optimal. Pemilihan lokasi di Anyer, Banten, juga memiliki makna historis sebagai bagian dari refleksi peradaban awal bangsa Indonesia.
“Kami siap memberikan yang terbaik untuk penyelenggaraan Kongres VII BM PAN. Lokasi di Banten dipilih bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga sebagai pengingat nilai-nilai sejarah dan peradaban bangsa,” jelasnya.
Kongres VII BM PAN diharapkan menjadi momentum strategis tidak hanya dalam pergantian kepemimpinan, tetapi juga sebagai ajang konsolidasi nasional organisasi, penguatan ideologi, serta penegasan peran pemuda dalam menjawab tantangan pembangunan, termasuk dalam mendukung arah kebijakan nasional di sektor strategis seperti ketahanan pangan.
Melalui penyelenggaraan kongres ini, BM PAN mengajak seluruh kader di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan, guna memastikan proses demokrasi yang sehat, transparan, dan berintegritas.