Berita

Presiden Terpilih Irak Nizar Amidi (Foto: Arab News)

Dunia

Nizar Amidi Terpilih Jadi Presiden Irak

MINGGU, 12 APRIL 2026 | 17:20 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Parlemen Irak akhirnya memecah kebuntuan politik berkepanjangan dengan memilih Nizar Amidi sebagai presiden baru.

Keputusan tersebut diambil setelah lima bulan tarik-ulur pasca pemilu gagal menghasilkan mayoritas parlemen yang solid.

Mengutip laporan Reuters, Minggu, 12 April 2026, pemungutan suara berlangsung sengit dengan banyak kandidat bersaing. 


Amidi, yang berasal dari Partai Persatuan Patriotik Kurdistan, berhasil mengungguli pesaing utamanya, termasuk Menteri Luar Negeri Fuad Hussein. 

Dalam putaran pertama, ia meraih 208 suara, jauh meninggalkan kandidat lain, sebelum akhirnya mengunci kemenangan dengan 227 suara pada putaran kedua.

Sesuai konstitusi, presiden Irak memiliki waktu 15 hari untuk menunjuk calon perdana menteri dari blok terbesar di parlemen. 

Koalisi Syiah Coordination Framework sebelumnya telah mengusung Nouri al-Maliki, meski langkah tersebut mendapat penolakan dari Amerika Serikat.

Kini, perhatian tertuju pada langkah berikutnya dari koalisi dominan tersebut, apakah tetap mendorong al-Maliki atau mencari alternatif lain. 

Keputusan itu akan menjadi penentu arah politik Irak ke depan, di tengah tekanan geopolitik dan ekonomi yang belum mereda.

Terpilihnya Amidi terjadi di tengah tekanan berat akibat konflik kawasan, khususnya perang yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. 

Irak terseret dalam pusaran konflik tersebut, dengan milisi pro-Iran melancarkan serangan ke pangkalan AS dan fasilitas vital, sementara serangan balasan Washington dan Tel Aviv turut menimbulkan korban dari pihak militer Irak.

Kondisi semakin memburuk setelah penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang membuat ekspor minyak Irak nyaris lumpuh. Dampak ekonomi ini menambah beban pemerintahan baru yang akan segera terbentuk.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya