Berita

Representative Image (Foto: AIMPSCAP)

Dunia

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

MINGGU, 12 APRIL 2026 | 13:08 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung intensif selama lebih dari 21 jam di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan, Sabtu, 11 April 2026. 

Televisi pemerintah Iran pada Minggu dini, 12 April 2026 hari menyatakan bahwa kegagalan tersebut dipicu oleh tuntutan Washington yang dinilai berlebihan.

"Meskipun terdapat banyak inisiatif yang diajukan oleh pihak Iran, tuntutan yang berlebihan dan tidak logis dari pihak Amerika menghambat kemajuan dalam negosiasi," bunyi laporan tersebut. 
 

 
Kantor berita Tasnim menyebut AS berupaya memperoleh konsesi yang sebelumnya gagal diraih melalui eskalasi militer, termasuk tuntutan terkait uranium yang diperkaya Iran serta kontrol atas Selat Hormuz. 

Dikatakan bahwa delegasi Iran telah mencoba mendorong kerangka negosiasi bersama, namun tuntutan AS justru menghambat kemajuan.

Tasnim juga mengungkap bahwa sebelum perundingan dengan Washington dimulai, delegasi Iran terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pimpinan Pakistan. 

Setibanya di Islamabad, rombongan yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, bersama Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ali Bagheri, bertemu dengan Kepala Angkatan Darat Asim Munir serta dampaknya Perdana Menteri Shahbaz Sharif untuk menyelaraskan posisi dan menyampaikan keberatan atas pelanggaran komitmen oleh AS.

Sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran mengatakan kepada Fars News bahwa delegasi AS tampak mencari dalih untuk keluar dari perundingan. 

Sumber itu menambahkan bahwa Iran saat ini tidak memiliki rencana untuk melanjutkan putaran negosiasi baru, sembari menegaskan bahwa Washington justru lebih membutuhkan kesepakatan guna memperbaiki posisinya di panggung internasional.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance mengakui bahwa pembicaraan tersebut berakhir tanpa hasil. Ia mengklaim pihaknya telah menunjukkan fleksibilitas, namun Iran menolak proposal yang diajukan sebagai tawaran terbaik. 

“Kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan pihak Iran, itu kabar baiknya. Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat," ujarnya.

Hingga kini, belum ada jadwal maupun lokasi untuk putaran perundingan selanjutnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya