Berita

Presiden Tiongkok, Xi Jinping (Foto: New York Times)

Dunia

Intelijen AS Tuduh Tiongkok Mulai Ikut Campur Perang Iran

MINGGU, 12 APRIL 2026 | 11:06 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Laporan intelijen Amerika Serikat mengungkap dugaan meningkatnya keterlibatan Tiongkok dalam perang Iran, termasuk indikasi pasokan militer kepada Teheran.

Laporan New York Times menyebut, pejabat AS memperoleh laporan intelijen yang mengindikasikan Tiongkok kemungkinan telah mengirim rudal bahu atau MANPADS ke Iran. 

Namun, mereka menegaskan bahwa informasi itu belum bersifat pasti dan belum ada bukti bahwa senjata tersebut telah digunakan dalam perang.


"Tiongkok mungkin telah mengirimkan rudal ke Iran, dan Beijing mengizinkan beberapa perusahaan untuk menjual pasokan ke Teheran yang dapat digunakan dalam produksi militer," ungkap laporan tersebut, mengutip pernyataan pejabat AS, Minggu, 12 April 2026. 

Selain itu, penilaian intelijen Amerika juga menunjukkan bahwa Beijing memungkinkan sejumlah perusahaan untuk memasok bahan “dual-use” ke Iran, seperti bahan kimia, bahan bakar, serta komponen yang dapat menunjang produksi militer.

Kemungkinan pengiriman tersebut memicu kekhawatiran di Washington karena dinilai menandai perubahan pendekatan Tiongkok yang selama ini cenderung berhati-hati dalam memasok peralatan militer langsung ke Teheran.

Laporan itu juga mencatat adanya diskusi internal di Tiongkok mengenai opsi pengiriman senjata ke Iran.

Tiongkok secara terbuka membantah tuduhan tersebut. Juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok di Washington menyebut klaim itu tidak benar dan mendesak AS agar tidak melontarkan tuduhan tanpa dasar. 

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa jika Beijing mencoba mengirim senjata ke Iran, maka Tiongkok akan menghadapi masalah besar. 

Perkembangan ini terjadi menjelang rencana pertemuan Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang sempat tertunda akibat konflik Iran.

Di sisi lain, intelijen AS juga mengamati bahwa Rusia telah memberikan dukungan berupa intelijen satelit kepada Iran untuk membantu penentuan target.

Namun, Moskow diyakini menghindari pengiriman perangkat militer secara langsung guna mencegah eskalasi dengan Washington.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya