Misi Artemis II (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube NASA)
Empat astronot misi Artemis II akhirnya kembali dengan selamat ke Bumi setelah menyelesaikan perjalanan bersejarah mengelilingi bulan. Misi ini menjadi penerbangan manusia pertama ke sekitar bulan dalam lebih dari 50 tahun.
Dikutip dari Reuters, Sabtu 11 April 2026, kapsul Orion milik NASA yang diberi nama Integrity mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai California Selatan, pada Jumat waktu setempat.
Pendaratan berlangsung mulus dengan bantuan parasut dan disebut sebagai “sempurna” oleh tim NASA.
Komandan misi, Reid Wiseman, memastikan kondisi awak baik setelah mendarat.
“Kami stabil… keempat kru dalam kondisi baik,” ujarnya melalui radio.
Proses evakuasi berlangsung cepat. Dalam waktu kurang dari dua jam, tim penyelamat NASA dan Angkatan Laut AS berhasil mengamankan kapsul dan mengevakuasi keempat astronot. Mereka kemudian diterbangkan ke kapal Angkatan Laut untuk pemeriksaan medis sebelum kembali ke Houston dan bertemu keluarga.
Misi Artemis II berlangsung selama hampir 10 hari. Para astronot menempuh jarak lebih dari 1,1 juta kilometer, termasuk dua kali orbit Bumi dan perjalanan mengelilingi bulan dengan jarak sekitar 4.000 mil dari permukaannya.
Dalam misi ini, mereka juga mencetak rekor baru dengan jarak terjauh dari Bumi yang pernah dicapai manusia, yaitu sekitar 252.756 mil -- melampaui rekor sebelumnya dari misi Apollo 13 pada tahun 1970.
Perjalanan pulang ke Bumi menjadi fase paling berisiko. Kapsul Orion memasuki atmosfer dengan kecepatan 32 kali kecepatan suara dan menghadapi suhu ekstrem hingga sekitar 2.760 derajat Celsius. Selama proses ini, komunikasi sempat terputus selama lebih dari enam menit akibat lapisan plasma di sekitar kapsul.
Namun, setelah kontak kembali terjalin, parasut berhasil mengembang dan memperlambat laju kapsul sebelum akhirnya mendarat dengan aman di laut.
Misi ini juga mencetak sejarah dari sisi keberagaman kru. Victor Glover menjadi astronaut kulit hitam pertama yang ikut misi bulan, Christina Koch menjadi perempuan pertama, dan Jeremy Hansen menjadi warga non-AS pertama yang terlibat dalam perjalanan tersebut.
Artemis II merupakan bagian dari program Artemis NASA yang bertujuan mengembalikan manusia ke permukaan bulan. Misi ini menjadi langkah penting sebelum pendaratan manusia yang direncanakan pada akhir dekade ini.
“Ini adalah uji luar biasa untuk teknologi yang luar biasa,” kata pejabat NASA Amit Kshatriya.
Ke depan, NASA menargetkan misi lanjutan sebagai batu loncatan menuju eksplorasi Mars. Program Artemis juga melibatkan kerja sama internasional serta perusahaan swasta seperti SpaceX dan Blue Origin.
Keberhasilan Artemis II tidak hanya menjadi pencapaian teknologi, tetapi juga membangkitkan kembali antusiasme publik terhadap eksplorasi luar angkasa. Lebih dari 3 juta orang menyaksikan proses pendaratan secara langsung melalui siaran daring NASA.