Berita

Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid (Tangkapan layar dari YouTube Opini Rakjat)

Politik

Aktivis HAM Disiram Air Keras, Usman Hamid Bongkar Dugaan Serangan Terencana

SABTU, 11 APRIL 2026 | 12:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM, Andrie Yunus, memicu kekhawatiran serius dari publik.

Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai serangan tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan berpotensi sebagai aksi terencana yang berkaitan dengan situasi politik nasional.

Usman menegaskan bahwa pola serangan terhadap Andrie memiliki kemiripan dengan kasus kekerasan terhadap aktivis sebelumnya, termasuk yang menimpa Novel Baswedan. 


Ia menyebut, kejadian ini menunjukkan adanya ruang yang memungkinkan kekerasan terhadap suara kritis kembali terjadi.

“Kasusnya Andrie ini membutuhkan operasional yang sangat tinggi. Butuh perencanaan, butuh keberanian, butuh pengetahuan, dan pasti punya kemampuan intelijen. Jelas sistematis,” tegas Usman dikutip dari Kanal Youtube @OpiniRakjat, Sabtu, 11 April 2026.

Menurutnya, indikasi tersebut terlihat dari fakta bahwa pelaku tidak mengambil barang korban, melainkan langsung menyerang dan melarikan diri. Bahkan, polisi mengungkap korban telah dibuntuti sebelum kejadian.

Usman juga menyoroti meningkatnya narasi negatif terhadap aktivis, akademisi, dan pihak kritis yang kerap dilabeli sebagai “antek asing” atau tidak patriotik.

Ia mengaitkan hal ini dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyebut para pengkritik atau para pengamat sebagai sesuatu yang perlu “ditertibkan”. 

Menurutnya, jika kritik dianggap ancaman, maka ruang demokrasi semakin menyempit dan itu sangat berbahaya.

Atas dasar itu, Usman menilai kecil kemungkinan penyerang air keras tersebut dilatarbelakangi motif pribadi terhadap Andrie Yunus.

“Kan gak mungkin orang ini punya dendam dengan Andrie, gak ada urusannya, atau mau ngambil sesuatu dari Andrie. Enggak kok, kan dia langsung menyerang lalu pergi, motornya dibiarkan, kalau mau ngambil motor kan lumayan motornya Andrie. Kan bukan itu, bukan kriminalnya,” kata Aktivis HAM Senior ini. 

Di sisi lain, Usman juga mengingatkan bahwa dalam banyak kasus kekerasan terhadap aktivis, pelaku lapangan sering kali bukan aktor utama.

Usman menekankan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini bukan hanya soal menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap aktor intelektual di baliknya.

Ia mengingatkan kegagalan pengungkapan kasus pembunuhan Munir Said Thalib yang hingga kini belum sepenuhnya terungkap.

Menurutnya, tidak cukup hanya menghukum pelaku lapangan, tetapi aktor intelektualnya. Jika tidak;,kejahatan seperti ini akan terus berulang.

Di tengah situasi ini, Utsman menyerukan agar masyarakat sipil tidak tunduk pada rasa takut.  mengajak seluruh elemen aktivis, mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum untuk bersolidaritas dan mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Mengorganisirlah dengan lebih kuat. Karena mereka yang terlibat dengan kejahatan sangat terorganisir. Dan sering kali kejahatan itu menang bukan karena nilainya lebih tinggi daripada kebaikan atau kebenaran, tapi karena mereka yang melakukan kejahatan itu terorganisir,” demikian Usman.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya