Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (Foto: Dok. Kemenko Pangan)
Meski program MBG telah bergulir, sebaran manfaat di lingkungan pesantren diakui masih tertinggal jauh dibandingkan sekolah formal. Menyadari adanya ketimpangan ini, pemerintah kini memasang target untuk mengakselerasi jangkauan program ke berbagai pondok pesantren di seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), dalam peninjauan di Pondok Pesantren Tebuireng baru-baru ini, menegaskan bahwa pesantren harus segera menjadi prioritas utama dalam ekosistem ketahanan pangan nasional.
Saat ini, jangkauan MBG di pesantren memang masih terbatas. Namun, pemerintah berkomitmen menjadikannya sebagai bagian dari strategi besar kemandirian pangan berbasis komunitas.
“Kita masih dan akan terus mempercepat implementasi MBG di pesantren, sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi santri dan penguatan ketahanan pangan,” tegas Zulhas, dikutip Sabtu 11 April 2026.
Pemerintah memandang pesantren bukan hanya sebagai institusi pendidikan, melainkan benteng pertahanan pangan di tengah ketidakpastian global.
Ada tiga alasan utama mengapa percepatan ini mendesak
1. Kemandirian Komunitas: Pesantren memiliki modal sosial gotong royong yang kuat untuk mengelola pangan secara mandiri.
2. Stabilitas Nasional: Memperkuat pangan di level akar rumput akan melindungi Indonesia dari gangguan rantai pasok dunia.
3. Kedaulatan Dalam Negeri: Mengurangi ketergantungan pada distribusi luar negeri dengan mengandalkan sinergi lokal.
“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kita harus memperkuat kemandirian pangan nasional. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, perlu sinergi dengan ulama dan masyarakat,” tambah Zulhas.
Ia mengingatkan bahwa urusan perut santri adalah urusan kemanusiaan. Pesantren diharapkan tidak lagi hanya menjadi penonton dalam program ini, melainkan menjadi aktor utama dalam distribusi gizi.
Pemerintah secara bertahap terus menambah kuota penerima manfaat di pesantren guna mengejar ketertinggalan jumlah dari sekolah umum. Dengan kolaborasi bersama para ulama, program MBG diharapkan mampu menciptakan generasi santri yang lebih sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan.