Berita

Kantor Sekretariat Nasional Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Jakarta. (Foto: RMOL)

Politik

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

JUMAT, 10 APRIL 2026 | 21:02 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Mulyono angkat bicara terkait mundurnya sejumlah pengurus Pimnas PKN yang belakangan menjadi sorotan.

Mulyono menegaskan, dinamika tersebut merupakan hal yang biasa dalam kehidupan partai politik dan tidak mengganggu soliditas internal PKN.

“Mati satu tumbuh sejuta,” ujar Mulyono kepada RMOL, Jumat, 10 April 2026.


Ia meluruskan, dari total 20 nama yang tercantum dalam surat pengunduran diri, hanya satu yang merupakan pengurus inti, yakni Mirwan Amir sebagai Bendahara Umum.

“Sementara sembilan orang sudah lama dikeluarkan dari pengurus, dan 10 pengurus biasa yang sudah lama tidak aktif. Jadi tidak ada pengaruh signifikan terhadap kelangsungan PKN,” jelasnya.

Menurutnya, PKN menjunjung tinggi prinsip demokrasi, di mana setiap kader bergabung atas dasar kesadaran politik tanpa paksaan.

“Siapa pun yang bergabung dengan PKN harus berdasarkan panggilan hati dan dalam suasana yang nyaman,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pilihan politik merupakan hak asasi setiap warga negara, termasuk dalam menentukan keanggotaan di partai politik. Maka dari itu, PKN menghormati kebebasan berserikat dan berkumpul sebagaimana dijamin dalam konstitusi.

Lebih lanjut, Mulyono menyebut dinamika keluar-masuk kader adalah hal lumrah dan terjadi di hampir semua partai politik. Ia mengaku memiliki pengalaman serupa saat menjadi pengurus di sejumlah partai lain sebelumnya.

“Ini hal biasa, tidak ada yang istimewa,” katanya.

Di sisi lain, Mulyono memastikan PKN tetap berjalan sesuai visi dan misi yang telah ditetapkan. Seluruh jajaran pengurus, baik di tingkat nasional hingga daerah, disebut tetap solid dan siap menghadapi kontestasi politik, termasuk Pemilu 2029.

PKN juga menyampaikan terima kasih kepada para pengurus yang telah mengundurkan diri atas kebersamaan selama ini.

“Dengan ikhlas kami melepas kawan-kawan yang tidak berkenan lagi bergabung,” tutup Mulyono.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Miris! Hafalan Al-Qur’an Jadi Bahan Permainan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:11

OJK Dukung Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:00

Jangan Main Hakim Sendiri terkait Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:48

Dua ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka Korupsi PT TPL

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23

Tak Ditemukan Luka Luar di Jenazah Sutrimo

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:06

Pemprov DKI Pastikan Miliki Kapasitas Keuangan Terbitkan Obligasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:26

Walkot Jakut Imbau Masyarakat Tetap Tenang soal Kasus Promosi Miras di Ancol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:19

Kemendag Perluas Akses Pasar Produk UMKM dengan Libatkan Ritel Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02

Furikake dan Tantangan Pangan Bergizi: Jangan Berhenti pada Produknya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:51

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:41

Selengkapnya