Berita

Ilustrasi (ROL via Gemini AI)

Bisnis

Pasar Masih Cemas: Harga Minyak Naik Tipis

JUMAT, 10 APRIL 2026 | 09:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia naik tipis setelah muncul kabar bahwa Israel berencana membuka pembicaraan damai dengan Lebanon, di tengah keraguan pasar terhadap keberlanjutan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dam Israel.

Dikutip dari Reuters, Jumat 10 April 2026, pada penutupan Kamis harga minyak mentah Brent naik 1,2 persen menjadi 95,92 Dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 3,7 persen menjadi 97,87 Dolar AS per barel. Meski naik, keduanya masih bertahan di bawah level psikologis 100 Dolar AS per barel.

Salah satu faktor utama yang menahan kenaikan harga adalah belum normalnya aktivitas pengiriman minyak di Selat Hormuz. Lalu lintas kapal di wilayah tersebut dilaporkan masih di bawah 10 persen dari kondisi normal.


Iran disebut masih memperketat pengawasan dan memperingatkan kapal-kapal agar tetap berada di wilayah perairannya. Kondisi ini membuat pasar kesulitan memperkirakan kapan distribusi minyak bisa kembali normal.
Padahal, Selat Hormuz merupakan jalur vital yang menghubungkan pasokan minyak dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, dan Qatar ke pasar global.

Meskipun ada gencatan senjata, situasi keamanan di kawasan belum sepenuhnya stabil. Serangan udara masih terjadi, termasuk di Lebanon, yang berpotensi menggagalkan upaya perdamaian.
Di Arab Saudi, serangan dilaporkan telah mengurangi kapasitas produksi minyak sekitar 600.000 barel per hari. Selain itu, kapasitas pengiriman melalui pipa minyak utama juga turun sekitar 700.000 barel per hari.

Para analis menilai risiko di pasar energi belum akan hilang dalam waktu dekat. Bahkan jika pengiriman minyak kembali berjalan, kapal tanker masih harus menghadapi ancaman ranjau laut dan meningkatnya aktivitas militer di kawasan. Kondisi ini berpotensi membuat biaya asuransi dan pengiriman tetap tinggi, sehingga menekan stabilitas pasokan dan harga.

Di tengah situasi ini, Goldman Sachs menurunkan proyeksi harga minyak untuk kuartal kedua 2026. Harga Brent diperkirakan rata-rata di 90 Dolar AS per barel, sementara WTI di 87 Dolar AS per barel, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika, Martin Kembali ke Puncak Klasemen

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:27

Prabowo dan El-Sisi Kecam Keras Pembangunan Permukiman Ilegal Israel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:20

Gus Lilur Minta KPK Usut Dugaan Aliran Dolar di Muktamar NU

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:06

Quiles Juara Moto3 Mandalika, Veda Ega Finis Keenam

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:52

Koperasi Didorong Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:44

Mesir Tambah Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran, Teknik, dan Sains Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:42

20 Kapolres dan Kapolresta Pulau Jawa Dirombak Jenderal Suyudi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:33

Prabowo Bidik Penguatan Ekonomi RI-Mesir Lewat Perjanjian Dagang dan Dana Investasi Bersama

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:14

Krisman Harefa Gugat MSIG Life Insurance Indonesia Rp1 Miliar ke PN Jaksel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:11

Muzakarah Tauhid Sufi Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:01

Selengkapnya