Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Anjlok di Bawah 100 Dolar AS Usai Gencatan Senjata

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 09:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia anjlok tajam hingga di bawah 100 Dolar AS per barel setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua minggu dengan Iran. 

Dikutip dari Reuters, Kamis 9 April 2026, pada perdagangan Rabu, minyak mentah Brent turun sekitar 13 persen menjadi 94,75 Dolar AS per barel, sementara minyak mentah AS (WTI) jatuh lebih dalam, sekitar 16 persen, ke level 94,41 Dolar AS per barel. Penurunan tajam ini terjadi karena pasar memperkirakan pasokan minyak global akan kembali lancar.

Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Jika jalur ini dibuka, maka minyak yang sebelumnya tertahan bisa kembali mengalir ke pasar. Seorang analis energi menyebut pasar berharap lebih banyak minyak akan masuk, tetapi masih khawatir gencatan senjata ini rapuh dan tidak akan bertahan lama.


Gencatan senjata ini muncul setelah ancaman keras dari Trump kepada Iran. Bahkan sebelumnya ia sempat mengatakan bahwa seluruh peradaban akan mati jika Iran tidak membuka jalur tersebut. Namun kemudian ia mengumumkan pendekatan damai dan menyebut akan bekerja sama dengan Iran, termasuk kemungkinan pembahasan soal tarif dan sanksi.

Meski begitu, situasi di lapangan masih tegang. Serangan militer masih terjadi, termasuk serangan besar Israel ke Lebanon. Iran juga menuding sejumlah pelanggaran telah terjadi, seperti pelanggaran wilayah udara dan konflik di Lebanon, yang membuat posisi gencatan senjata semakin tidak pasti.

Di sisi lain, Selat Hormuz sebenarnya belum sepenuhnya dibuka. Angkatan laut Iran masih mengancam kapal yang melintas tanpa izin. Namun ada sinyal bahwa jalur ini bisa dibuka secara terbatas dalam waktu dekat, menjelang perundingan lanjutan antara AS dan Iran di Pakistan.

Faktor lain yang menekan harga minyak adalah meningkatnya stok minyak di AS. Data pemerintah menunjukkan persediaan minyak mentah naik lebih tinggi dari perkiraan, menambah tekanan pada harga di tengah ketidakpastian geopolitik.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya