Berita

Israel bombardir Lebanon (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Al-Jazeera)

Global

Israel Gempur Lebanon Usai Gencatan Senjata Diumumkan, 254 Tewas

KAMIS, 09 APRIL 2026 | 07:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sedikitnya 254 orang tewas dan lebih dari 1.100 lainnya terluka akibat serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel di Lebanon. 

Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah diumumkannya gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Gelombang serangan menghantam sejumlah wilayah, termasuk Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon selatan. Banyak target berada di kawasan padat penduduk dan dilaporkan diserang tanpa peringatan sebelumnya.


Menurut otoritas Lebanon, lebih dari 100 serangan udara terjadi dalam satu hari, menandai salah satu eskalasi paling mematikan sejak konflik kembali memanas pada awal Maret. 

Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, menyatakan bahwa korban terus berdatangan ke rumah sakit.

“Ambulans masih mengangkut korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Lebanon,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera, Kamis 9 April 2026.

Tim penyelamat dikerahkan secara besar-besaran. Palang Merah Lebanon mengoperasikan sekitar 100 ambulans untuk mengevakuasi korban di tengah situasi yang kacau.

Kondisi di berbagai wilayah dilaporkan sangat mencekam. Ledakan terdengar di berbagai penjuru, sementara warga sipil panik berusaha menyelamatkan diri.

Militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan infrastruktur dan pusat komando Hizbullah. Operasi ini disebut sebagai serangan terkoordinasi terbesar sejak kampanye militer terbaru dimulai. 

Menteri Pertahanan Israel menyebut ratusan target telah diserang sebagai bagian dari upaya melemahkan Hizbullah, meskipun diakui beberapa lokasi berada di area sipil.

Pemerintah Lebanon mengecam keras serangan tersebut. Perdana Menteri Nawaf Salam menuduh Israel menyerang warga sipil yang tidak berdaya serta mengabaikan hukum internasional.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menyerukan penghentian segera konflik, menegaskan bahwa jalur militer tidak akan membawa penyelesaian yang berkelanjutan.

Serangan ini semakin memperjelas rapuhnya kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran, terutama setelah Israel menyatakan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam perjanjian tersebut. Perdana Menteri Israel menegaskan operasi militer terhadap Hizbullah akan terus berlanjut dan menyatakan kesiapan untuk kembali berperang kapan saja.

Sejak konflik kembali memanas pada 2 Maret, lebih dari 1.500 orang telah tewas di Lebanon dan sekitar 1,2 juta lainnya mengungsi. Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya meredakan ketegangan, konflik di kawasan masih jauh dari selesai dan justru berpotensi semakin meluas.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya