Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Anjlok Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata

RABU, 08 APRIL 2026 | 08:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia mengalami penurunan drastis setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua minggu.

Dikutip dari Reuters, Rabu 8 April 2026, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun sekitar 18,10 Dolar AS atau lebih dari 16 persen, menjadi 94,85 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni, turun lebih dari 15 persen menjadi 92,21 Dolar AS per barel.

Pemicu utama penurunan harga adalah rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur laut yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Sebelumnya, wilayah ini menjadi titik ketegangan akibat konflik antara AS, Israel, dan Iran.


Trump menyatakan bahwa gencatan senjata ini bergantung pada komitmen Iran untuk memastikan jalur tersebut aman dan kembali dibuka. Ia bahkan sebelumnya sempat mengancam bahwa seluruh peradaban akan mati malam dalam hitungan jam jika Iran tidak memenuhi tuntutan tersebut, sebuah pernyataan yang menunjukkan betapa tegangnya situasi saat itu.

Dari pihak Teheran, Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menyatakan bahwa negaranya siap menghentikan serangan selama tidak ada serangan lanjutan terhadap Iran. Ia juga menegaskan bahwa keamanan pelayaran di Selat Hormuz akan dijamin selama masa gencatan senjata dengan koordinasi militer.

Konflik sebelumnya telah mendorong lonjakan harga minyak yang sangat tajam. Sepanjang Maret, harga minyak melonjak lebih dari 50 persen yang jadi kenaikan bulanan terbesar dalam sejarah akibat kekhawatiran gangguan pasokan global.

Trump juga mengungkapkan bahwa AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar negosiasi damai jangka panjang. Menurutnya, kemajuan menuju kesepakatan permanen sudah mulai terlihat.

"Ini adalah awal yang baik dan dapat membuka jalan menuju pembukaan kembali yang lebih permanen—tetapi masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan," kata analis dari perusahaan keuangan IG Group, Tony Sycamore.

Meski pasar merespons positif dengan turunnya harga minyak, para pelaku pasar tetap berhati-hati. Mereka menilai situasi masih rentan berubah, tergantung pada keberhasilan implementasi kesepakatan ini dalam dua minggu ke depan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya