Berita

Petani di Blok Sindu, Kalibening, Kabupaten Banjarnegara. (Foto: RMOLJateng)

Nusantara

Petani Banjarnegara Malah Raup Cuan Melimpah ketika Sawah Terendam

MINGGU, 05 APRIL 2026 | 02:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Bagi petani di Blok Sindu, Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, hujan deras bukan hanya berarti sawah yang terendam. Mereka memberi makna baru sebagai tanda panen 'emas gurih' dimulai. 

Di saat debit Sungai Brukah meluap, warga justru berbondong-bondong membawa anco, mengubah duka banjir menjadi pundi-pundi rupiah melalui ikan endemik yang kini diburu hingga luar kota.

Luapan air Sungai Brukah memang mengganggu aktivitas pertanian, namun ada berkah musiman yang dinanti yakni melimpahnya ikan endemik dengan cita rasa khas.


Ketika genangan meluas ke tepi dan lahan persawahan, saat itulah kehidupan lain bermunculan. Ikan-ikan kecil dari aliran sungai berkumpul di pinggiran. Sebuah peluang panen hasil alam lainnya dengan cara tradisional.

Menurut Salim, salah satu warga desa Sikumpul, biasanya menjelang sore tiap usai hujan reda, suasana di tepian Sungai Brukah berubah ramai. Puluhan warga tampak menenteng alat sederhana bernama anco. 

“Itu jaring yang dikatrol dengan rangka kayu untuk menangkap ikan yang bergerombol di arus tenang. Ini udah turun temurun kami jalani. Bagi kami, musim hujan justru musim panen ikan,” kata Salim dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Sabtu malam, 4 April 2026.

Salim tak berhenti sebagai penangkap ikan, ia juga mengembangkan kemampuannya dengan menjadi pengepul bagi tangkapan warga lain.

Ditambahkan bahwa hasil tangkapan bukan hanya satu dua jenis saja. Beragam jenis ikan endemik yang dipanen. Ikan gondok, bokol, golsom, dan wader adalah contoh ikan yang muncul saat banjir itu. Ukuran ikan itu termasuk kecil. Hanya sebesar ibu jari orang dewasa. Namun soal rasa, ikan-ikan ini justru memiliki keunggulan tersendiri gurih dan renyah.

“Ikan dari sini rasanya beda. Lebih gurih. Banyak pembeli dari luar daerah datang langsung ke sini. Para pencari ikan sudah punya pelanggan sendiri. Sehingga saat mereka dapat ikan, mereka akan menawarkan pada pelanggannya,” jelas Salim.

Harga ikan hasil nganco juga menjanjikan. Dalam kondisi mentah, ikan dijual sekitar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram. Setelah diolah, nilainya bisa melonjak hingga Rp80 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram, tergantung jenis masakan.

"Selain ditawarkan pada pelanggan, permintaan warga lokal juga ramai sehingga selalu laris," katanya.

Warjito, warga lainnya bercerita bahwa tradisi nganco bukan sekadar aktivitas ekonomi. Ia menyebut sebagai kearifan lokal yang dijaga bersama. Metode ini sangat ramah lingkungan karena selektif hanya ikan berukuran layak konsumsi yang diambil, sementara yang kecil dilepas kembali.

“Pemancing dan penganco tidak saling berebut. Kami sudah paham wilayah dan caranya masing-masing,” katanya.

Warga juga sepakat menjaga kelestarian sungai dengan melarang praktik penangkapan ikan menggunakan setrum atau racun. Aturan itu ditegakkan secara kolektif dan disepakati bersama demi menjaga ekosistem tetap lestari. 

"Dibalik bencana selalu ada berkahnya. Selain ikan, areal persawahan juga akan aman dari tikus setelah banjir," katanya.

Fenomena ikan musiman di Sungai Brukah menjadi bukti bahwa alam selalu memiliki cara untuk menyeimbangkan diri. Sikap warga Kalibening ini linear dengan pemikiran Lao Tzu tentang Wu Wei, yakni bertindak mengikuti alur alam.  


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Prabowo Instruksikan Harga Minyak Nonsubsidi Turun Ikuti Harga ICP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:57

Gerakan Koperasi Kerakyatan Soemitro Didorong Jadi Syarat Seleksi Manajerial KDMP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:46

Merawat Konstitusi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:42

DKI-Bali Perkuat Kerja Sama, Obligasi Daerah Jadi Bahasan Utama

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:34

Tak Benar soal Surpres Pergantian Kapolri

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:31

Gagah saat Malak, Mendadak Ingat Anak-Istri Waktu Mau Dipecat

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:25

Harus Ada Langkah Konkret Atasi Kerugian Peternak Ayam Akibat Pemadaman Listrik

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:23

Prabowo Lepas Kepulangan PM Tailan dari Lanud Halim

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:20

Jalur Wisata Bromo Ditutup Total Gegara Kebakaran Hutan di TNBTS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:11

IHSG Terbang 1,37 Persen ke 6.319

Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:44

Selengkapnya