Berita

Pegawai SPPG saat memuat ompreng MBG. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Politik

BGN Setop Operasional Dapur MBG Pondok Kelapa Usai Keracunan Massal Spaghetti

SABTU, 04 APRIL 2026 | 16:54 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur sampai waktu yang belum ditentukan.

Keputusan ini diambil menyusul munculnya keracunan makanan pada 72 orang termasuk siswa dan para guru yang mengeluhkan sakit perut hingga diare setelah mengkonsumsi makanan dari program tersebut.

"SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan (Instalasi Pengolahan Air Limbah) IPAL, masih belum memenuhi standar," kata Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, dalam keterangan tertulis, Sabtu 4 April 2026.


Peristiwa ini terjadi pada Jumat 3 April 2026, setelah sebelumnya pada Kamis 2 April 2026 sore pihak SPPG menerima laporan dari guru terkait puluhan siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai menyantap makanan.

Saat kejadian, menu yang disajikan terdiri dari spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.

Kepala BGN, Dadan Hindayana menambahkan bahwa berdasarkan investigasi awal, saus pada menu spaghetti bolognese diduga menjadi pemicu utama.

"Dugan sementara berasal dari saus yang diproses terlalu lama dalam rangkaian proses penyajiannya," ujar Dadan.

Kualitas makanan dinilai sudah tidak segar saat dikonsumsi karena jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan penyajian makanan.

BGN menyampaikan permintaan maaf atas insiden keamanan pangan tersebut. Ia menegaskan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung oleh BGN.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ujar Nanik.

BGN memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh serta memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus menjamin standar keamanan pangan dalam program MBG tetap terjaga.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya