Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Dari Jepang hingga Australia, Krisis Energi Ubah Peta Kekuatan Otomotif Dunia

SABTU, 04 APRIL 2026 | 07:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gejolak harga bahan bakar yang dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah kini mengubah peta industri otomotif di kawasan Asia-Pasifik. 

Tekanan biaya energi yang melambung tinggi memaksa konsumen dan pelaku bisnis untuk beralih ke kendaraan listrik (EV) sebagai langkah penyelamatan ekonomi.

Krisis ini berakar dari gangguan pasokan akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang melumpuhkan jalur logistik vital di Selat Hormuz. Mengingat jalur ini melayani sekitar 20 persen distribusi minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia, dampaknya sangat masif.


International Energy Agency (IEA) menyebut situasi ini sebagai salah satu gangguan energi paling bersejarah. Asia menjadi wilayah yang paling terdampak karena lebih dari 80 persen minyak yang melewati selat tersebut ditujukan ke pasar Asia.

Australia menjadi salah satu negara yang menunjukkan reaksi paling cepat. Berdasarkan data National Australia Bank (NAB), terjadi lonjakan pembiayaan EV hingga 100 persen pada Maret, dengan permintaan dari sektor bisnis tumbuh sebesar 88 persen.

“Kami melihat lebih banyak UKM dan operator besar mengeksplorasi EV untuk mengelola biaya operasional,” ujar eksekutif NAB, dikutip Sabtu 4 April 2026. 

Ia menegaskan bahwa fluktuasi harga bahan bakar adalah faktor kunci di balik pergeseran ini.

Jepang, yang secara historis cukup lambat dalam mengadopsi mobil listrik murni, kini mulai menunjukkan perubahan tren. Meskipun saat ini pangsa pasar EV murni masih di bawah 2 persen, tekanan biaya energi mulai meruntuhkan dominasi mobil konvensional.

Analis dari Itochu Research Institute memandang Jepang sedang berada di persimpangan jalan. 

“Peralihan ke EV akhirnya mulai bergerak cepat,” ungkapnya, sembari memberi peringatan bahwa situasi energi global mungkin akan “memburuk dalam waktu dekat.”

Menanggapi hal ini, raksasa otomotif seperti Toyota dan Nissan diprediksi akan memperkuat portofolio EV mereka, didukung oleh peningkatan subsidi pemerintah. 

Di saat yang sama, Elon Musk menegaskan bahwa Tesla, Inc. akan memperbesar investasinya di Jepang melalui perluasan infrastruktur pengisian daya cepat.

Selandia Baru mencatat, pendaftaran kendaraan listrik meningkat tajam dalam waktu satu minggu. Sedang di 
Korea Selatan, Penjualan EV melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Di China, produsen EV kini fokus beralih ke pasar ekspor setelah mendominasi pasar domestik dengan pangsa pasar mobil listrik dan hibrida di atas 50 persen. 

Di Thailand, minat terhadap EV terlihat nyata dalam berbagai pameran otomotif. Banyak pengunjung pameran yang mengaku datang untuk melihat-lihat alternatif transportasi.

Krisis energi yang terjadi saat ini bukan lagi sekadar tantangan ekonomi, melainkan akselerator bagi transisi hijau di sektor transportasi. 

Bagi banyak orang, memiliki kendaraan listrik kini telah bergeser dari sekadar tren gaya hidup menjadi kebutuhan strategis untuk bertahan di tengah ketidakpastian harga energi dunia.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya