Berita

Pengumuman kenaikan harga plastik. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

JUMAT, 03 APRIL 2026 | 19:42 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Lonjakan harga plastik di dalam negeri terjadi di tengah gejolak konflik geopolitik antara Iran dan Israel-Amerika Serikat (AS).

Sekretaris Jenderal Asosiasi Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (INAPLAS) Fajar Budiono menjelaskan, gejolak bermula dari tersendatnya distribusi nafta, bahan baku utama industri petrokimia yang mayoritas dipasok dari kawasan Timur Tengah.

"Dengan adanya perang ini otomatis pasokan bahan baku nafta yang 70 persen berasal dari Middle East kan nggak bisa lewat selat Hormuz,”kata Fajar kepada RMOL pada Sabtu, 3 April 2026.


Ia menuturkan, pada minggu pertama konflik pecah ketika Israel dan AS tiba-tiba meluncurkan serangan ke Iran, kondisi dinilai masih relatif stabil karena stok bahan baku masih mencukupi kebutuhan industri.

“Nah, pada minggu pertama perangan kita masih cukup untuk mengikuti kebutuhan dan gejolaknya masih belum terasa. Kemudian di minggu kedua kan sudah mulai gejolak harga,” jelasnya.

Memasuki minggu ketiga, situasi industri, kata Fajar semakin memburuk setelah jalur distribusi utama melalui Selat Hormuz terganggu, ditambah adanya serangan terhadap sejumlah kilang minyak.

“Di minggu ketiga sudah mulai selat Hormuz ditutup sehingga kita mau nggak mau harus mencari alternatif bahan baku selain dari Middle East. Di saat itu juga di minggu ketiga kan sudah ada beberapa refinery yang kena serangan juga,” paparnya. 

Menurut Fajar, kondisi ini memaksa pelaku industri mencari sumber pasokan alternatif di luar Timur Tengah. 

“Nah, masuk minggu keempat kita sudah mulai mencari alternatif pasokan untuk bahan baku tersebut sehingga ada beberapa yang sudah mulai, ada titik terang lah mendapatkan pasokan selain dari Middle East,” ungkapnya.

Namun demikian, pengusaha juga masih memiliki kendala dalam mendapatkan alternatif tersebut, karena pasokan dari luar Timur Tengah membutuhkan waktu pengiriman jauh lebih lama dibanding sebelumnya. 

Ia juga menyebut negara-negara produsen kini lebih mengutamakan kebutuhan domestik sehingga pasokan global terasa semakin terbatas.

“Dan ini seluruh negara juga melakukan hal yang sama. Mereka sekarang melakukan pengamanan untuk mensuplai local demand dulu sehingga seolah-olah barang di pasaran tidak ada,” katanya.

Di dalam negeri, kondisi tersebut juga sempat diperparah oleh momentum libur Lebaran yang membuat distribusi belum sepenuhnya normal.

“Sebenarnya di kita barang ada cuma karena ini kan baru awal lebaran, baru mulai bisnis di minggu ini jadi kelihatannya barang sedikit bermasalah,” ujarnya.

Saat ini, industri, sambung Fajar masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan pola pasokan baru yang lebih panjang dan kompleks.

“Mau nggak mau kita butuh waktu untuk adaptasi lah. Paling nggak 50 hari ke depan sudah mulai ketemulah polanya kaya apa,” pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Prabowo Instruksikan Harga Minyak Nonsubsidi Turun Ikuti Harga ICP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:57

Gerakan Koperasi Kerakyatan Soemitro Didorong Jadi Syarat Seleksi Manajerial KDMP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:46

Merawat Konstitusi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:42

DKI-Bali Perkuat Kerja Sama, Obligasi Daerah Jadi Bahasan Utama

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:34

Tak Benar soal Surpres Pergantian Kapolri

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:31

Gagah saat Malak, Mendadak Ingat Anak-Istri Waktu Mau Dipecat

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:25

Harus Ada Langkah Konkret Atasi Kerugian Peternak Ayam Akibat Pemadaman Listrik

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:23

Prabowo Lepas Kepulangan PM Tailan dari Lanud Halim

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:20

Jalur Wisata Bromo Ditutup Total Gegara Kebakaran Hutan di TNBTS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:11

IHSG Terbang 1,37 Persen ke 6.319

Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:44

Selengkapnya