Berita

Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia (Foto: Lowy Institute)

Dunia

Rusia Tuding AS Biang Kerok Konflik Lebanon, TNI Jadi Korban

RABU, 01 APRIL 2026 | 14:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Rusia secara terbuka menuding Amerika Serikat sebagai akar penyebab meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon yang berujung pada jatuhnya korban prajurit TNI dalam misi UNIFIL.

Tudingan itu disampaikan Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, dalam sidang darurat Dewan Keamanan (DK) PBB pada Selasa, 31 Maret 2026.

Mengawali pernyataannya, Nebenzia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon selatan.


Rusia pun mendesak agar investigasi dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

“Kami berharap menerima laporan komprehensif tentang hal ini dari Sekretariat PBB tepat waktu, termasuk informasi tentang mereka yang bertanggung jawab atas serangan keji ini. Rusia mengutuk keras semua serangan terhadap kontingen UNIFIL, siapa pun pelakunya," tegasnya. 

Nebenzia menggambarkan situasi di lapangan kian memburuk seiring meningkatnya operasi militer Israel yang berdampak luas terhadap warga sipil dan infrastruktur penting di Lebanon.

Menurutnya, konfrontasi yang kian memanas di Lebanon tidak lepas dari agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang memperparah ketegangan kawasan.

“Izinkan saya mengingatkan Anda tentang akar penyebab eskalasi konfrontasi Lebanon-Israel saat ini: justru agresi Washington dan Yerusalem Barat terhadap Iran yang menjadi pemicu gangguan yang lebih luas terhadap stabilitas yang rapuh di Timur Tengah,” tegas Nebenzia.

Ia menyayangkan sikap sejumlah anggota DK PBB yang mengabaikan fakta tersebut dan terus menjadikan perlawanan Lebanon sebagai kambing hitam.

"Banyak anggota Dewan Keamanan tetap bungkam tentang hal ini, dan terus-menerus berusaha untuk menyalahkan sepenuhnya perlawanan Lebanon, menggambarkannya sebagai pelaku utama di balik lonjakan kekerasan di sepanjang Garis Biru," pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya