Berita

Wakil Tetap Israel untuk PBB, Danny Danon (The Guardian)

Global

Israel Klaim Hizbullah Dalang Serangan di Markas TNI Lebanon

RABU, 01 APRIL 2026 | 09:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB, Selasa, 31 Maret 2026, Israel menyalahkan Hizbullah atas insiden serangan yang menimpa markas TNI yang bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon Selatan.

Wakil Tetap Israel untuk PBB, Danny Danon mengklaim bahwa gugurnya dua prajurit RI di Bani Hayan pada Senin, 30 Maret 2026, karena terkena alat peledak milik Hizbullah. 

“Mengenai serangan yang terjadi kemarin, 30 Maret, kami dapat mengonfirmasi hari ini bahwa pasukan UNIFIL terkena alat peledak Hizbullah dalam insiden di dekat Bani Hayan,” ujar Danon dalam forum tersebut.


Ia juga menyinggung insiden lain yang terjadi sehari sebelumnya, Minggu, 29 Maret 2026, di mana markas TNI di Adshid al-Qasr diklaim menjadi sasaran tembakan Hizbullah, dengan korban satu prajurit gugur dan tiga lainnya luka-luka.

“Selain itu, penembakan posisi UNIFIL di dekat Adshid al-Qasr pada 29 Maret, di mana pasukan penjaga perdamaian UNIFIL tewas secara tragis, dilakukan oleh Hizbullah,” kata dia.

Lebih lanjut, Danon menegaskan, militer Israel tidak terlibat dalam insiden serangan di sekitar posisi UNIFIL. 

“IDF tidak menembak di dekat posisi tersebut. Situasinya kompleks,” kata Danon, seraya menggambarkan kondisi di lapangan yang dinilai berubah cepat dan berbahaya.

Lebih jauh, Danon menuding Hezbollah sebagai pihak yang memulai eskalasi dengan serangan berulang ke wilayah Israel dari Lebanon Selatan. 

Ia menyebut ribuan roket dan drone telah ditembakkan, serta menuding adanya pelanggaran terhadap berbagai resolusi internasional terkait stabilitas kawasan.

"Lebih dari 5.000 roket, rudal, dan drone telah ditembakkan ke arah rakyat kami. Banyak dari serangan ini diluncurkan dari daerah di selatan Sungai Litani," ungkap Danon.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya