Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

RABU, 01 APRIL 2026 | 07:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa ekuitas Eropa mengakhiri sesi perdagangan Selasa 31 Maret 2026 waktu setempat dengan catatan performa bulanan yang paling tertekan sejak hampir empat tahun terakhir. 

Indeks pan-Eropa STOXX 600 tercatat merosot tajam hingga 8 persen sepanjang Maret, sebuah angka yang memutus tren kenaikan selama delapan bulan berturut-turut sekaligus menandai kinerja bulanan terburuk sejak Juni 2022. 

Secara kumulatif dalam tiga bulan pertama tahun ini, indeks tersebut juga mengalami penurunan kuartalan sebesar 1,5 persen, yang merupakan koreksi pertama dalam lima kuartal terakhir.


Gejolak besar di pasar modal kawasan ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, terutama terkait gangguan di Selat Hormuz sebagai rute energi vital dunia. 

Situasi tersebut mendorong lonjakan harga minyak mentah dan memperburuk kekhawatiran inflasi di Eropa yang sangat bergantung pada impor energi. 

Meski demikian, pasar mendapatkan sedikit angin segar di akhir sesi setelah muncul laporan bahwa Presiden Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer terhadap Iran. Kabar ini mendorong STOXX 600 menguat tipis 0,41 persen atau naik 2,41 poin ke level 583,14 pada penutupan perdagangan Selasa, seperti dilaporkan Reuters.

Secara spesifik di bursa nasional, Indeks DAX Jerman berhasil menguat 0,52 persen ke posisi 22.680,04, sementara FTSE 100 Inggris bertambah 0,48 persen menjadi 10.176,45. CAC 40 Prancis juga meningkat 0,57 persen ke level 7.816,94. 

Meskipun seluruh bursa utama mencatat kenaikan harian, sebagian besar tetap membukukan kerugian besar dalam hitungan bulanan. Salah satu pengecualian terjadi pada saham Swiss yang naik 0,9 persen setelah UBS Securities menaikkan peringkat indeks negara tersebut menjadi "menarik" karena valuasi yang dianggap sudah cukup rendah pasca kejatuhan lebih dari 10 persen dari titik puncaknya.

Di tingkat emiten, sektor jasa keuangan melompat 1,7 persen yang dipimpin oleh kenaikan saham UBS sebesar 4 persen menyusul laporan mengenai potensi pelonggaran aturan modal oleh parlemen Swiss.

Sektor energi juga tampil kuat sebagai satu-satunya sektor dengan kinerja positif bulanan yang melonjak 14,6 persen sepanjang Maret akibat reli harga minyak.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya