Berita

Pasukan perdamaian Malaysia (Foto: Berita Harian)

Dunia

Malaysia Hentikan Operasi UNIFIL Usai Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

SELASA, 31 MARET 2026 | 20:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara aktivitas operasional pasukannya dalam misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), menyusul insiden mematikan yang menewaskan tiga prajurit TNI di Lebanon selatan.

Keputusan tersebut berdampak langsung pada pergerakan Anggota Batalyon Malaysia (MALBATT) 850-13 yang kini diinstruksikan untuk tidak melakukan aktivitas operasional apa pun sebagai langkah pencegahan di tengah situasi keamanan yang kian memburuk.

Menteri Pertahanan Malaysia Mohamed Khaled Nordin menegaskan bahwa kebijakan ini selaras dengan arahan markas besar UNIFIL, menyusul dua insiden terpisah dalam kurun waktu 24 jam yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian, termasuk ledakan proyektil di dekat Adchit Al Qusayr dan ledakan alat peledak improvisasi (IED) yang mengenai kontingen Indonesia.


“Insiden tersebut telah merenggut nyawa pasukan penjaga perdamaian dan menyebabkan luka serius pada beberapa lainnya. Kementerian Pertahanan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan kesembuhan yang cepat bagi para korban luka,” ujarnya, seperti dikutip dari Bernama, Selasa, 31 Maret 2026.

Malaysia juga menegaskan bahwa setiap serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 yang menjadi dasar operasi UNIFIL di Lebanon.

Seiring meningkatnya tensi keamanan, berbagai langkah penguatan perlindungan pasukan pun diterapkan, mulai dari kepatuhan ketat terhadap prosedur operasi standar (SOP), penguatan aturan keterlibatan (ROE), hingga penghentian sementara patroli dan evaluasi berkelanjutan terhadap situasi di lapangan.

Dia memastikan semua anggota MALBATT 850-13 dipastikan aman dan keselamatan mereka tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

“Semua penugasan dan pergerakan dilakukan dengan hati-hati berdasarkan penilaian situasi terkini dan instruksi operasi UNIFIL,” pungkasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya