Berita

Representative Image (Foto: Orissa Post)

Global

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

SENIN, 30 MARET 2026 | 16:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Tiongkok kembali mengaktifkan penerbangan langsung ke Korea Utara setelah enam tahun terhenti, menandai pemulihan bertahap hubungan mobilitas lintas negara yang sempat lumpuh akibat pandemi Covid-19.

Penerbangan yang dioperasikan maskapai nasional Air China itu kembali melayani rute dari Beijing menuju Pyongyang pada Senin, 30 Maret 2026. 

Menurut laporan Xinhua, Duta Besar Tiongkok untuk Korea Utara, Wang Yajun, bersama dengan diplomat lainnya, menyambut para penumpang yang tiba di Bandara Internasional Sunan di Pyongyang.


“Sebuah pesawat penumpang Air China dari Beijing tiba di Pyongyang pada Senin pagi, menandai dimulainya kembali secara resmi operasi penerbangan penumpang antara kedua ibu kota tersebut," ungkap laporan tersebut. 

Pembukaan kembali jalur udara ini terjadi tak lama setelah layanan kereta penumpang lintas negara antara kedua ibu kota dipulihkan pada 12 Maret. 

Sebelumnya, seluruh moda transportasi tersebut dihentikan sejak awal pandemi pada 2020, seiring kebijakan penutupan perbatasan yang ketat.

Di sisi lain, maskapai Korea Utara, Air Koryo, sebenarnya telah lebih dulu melanjutkan penerbangan antara Beijing dan Pyongyang sejak 2023. 

Namun, frekuensi penerbangan masih terbatas, seiring kebijakan pembatasan yang belum sepenuhnya dicabut oleh Pyongyang.

Pelonggaran juga mulai terlihat di sektor pariwisata. Setelah menutup diri dari wisatawan asing selama pandemi, Korea Utara kini secara bertahap membuka akses, ditandai dengan masuknya rombongan turis Rusia pada 2024. 

Sebelum pandemi, wisatawan asal Tiongkok mendominasi hingga sekitar 90 persen total kunjungan ke negara tersebut.

Sebagai mitra dagang terbesar sekaligus sekutu utama Korea Utara, Tiongkok memiliki peran penting dalam menopang perekonomian Pyongyang. 

Meski demikian, Beijing dalam beberapa tahun terakhir juga kerap menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap uji coba rudal Korea Utara yang berpotensi mengancam Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya