Berita

Rambu kawasan ganjil genap di Jakarta. (Foto: RMOL)

Politik

Batasi Kendaraan Pribadi Lebih Efektif Tekan Energi daripada WFH

KAMIS, 26 MARET 2026 | 14:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wacana kebijakan work from home (WFH) belum tentu efektif dalam menurunkan konsumsi energi nasional.

Menurut Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, upaya penghematan energi justru bisa lebih optimal jika pemerintah berfokus pada pembatasan penggunaan kendaraan pribadi di wilayah perkotaan.

“WFH belum tentu efektif menurunkan konsumsi energi kita. Tapi batasi kendaraan pribadi mulai dari 4 in 1, ganjil genap dibuat sepanjang hari,” ujar Mardani lewat akun X miliknya, Kamis, 26 Maret 2026.


Ia juga mendorong pemerintah menyediakan ruang publik yang mendukung gaya hidup sehat, seperti jalur khusus untuk berlari dan berjalan kaki di kawasan padat, misalnya di koridor Thamrin–Sudirman.

Langkah tersebut, kata dia, tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, tetapi juga menjadi titik awal perubahan menuju masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan inovatif.

“Penyediaan jalur lari dan jalan di jalur padat seperti Thamrin-Sudirman bisa jadi awal perubahan diri dan bangsa menjadi lebih sehat, lebih produktif dan lebih inovatif,” ungkapnya. 

Langkah-langkah tersebut tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, tetapi juga dapat menjadi titik awal perubahan menuju masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan inovatif.



Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya