Berita

Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin. (dok. DPR RI)

Politik

Kebijakan WFH Jumat Dinilai Kurang Efektif Tekan Mobilitas

KAMIS, 26 MARET 2026 | 12:39 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Rencana penerapan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat dinilai berpotensi tidak efektif dalam menekan mobilitas masyarakat. Alih-alih mengurangi aktivitas perjalanan, kebijakan ini justru dikhawatirkan mendorong peningkatan mobilitas menjelang akhir pekan.

Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin, menyampaikan bahwa penetapan WFH pada hari Jumat berisiko menimbulkan persepsi sebagai bagian dari libur panjang (long weekend). Kondisi tersebut dapat memicu masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih banyak dari biasanya.

“WFH di hari Jumat berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat menjelang akhir pekan karena akan dianggap sebagai libur panjang. Akibatnya, tujuan utama kebijakan WFH menjadi tidak optimal karena aktivitas perjalanan tetap tinggi,” ujarnya pada Kamis, 26 Maret 2026.


Khozin menilai bahwa situasi saat ini berbeda dengan masa pandemi Covid-19, ketika pembatasan sosial masih diberlakukan. Oleh karena itu, menurutnya, kebijakan WFH saat ini perlu dirancang secara lebih terukur dan diarahkan secara spesifik untuk mendukung efisiensi energi, termasuk penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Ia juga menekankan bahwa kebijakan WFH seharusnya menjadi bagian dari strategi yang lebih komprehensif, seperti pengendalian polusi dan pembenahan sistem transportasi publik.

“Skema WFH harus selaras dengan tujuan kebijakan. Penentuan jumlah hari, pemilihan hari, serta cakupan wilayah perlu dihitung secara cermat agar target efisiensi BBM tercapai tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.

Khozin mengingatkan bahwa pemerintah perlu merancang kebijakan secara matang agar tidak menimbulkan dampak yang tidak diinginkan, terutama di tengah aktivitas masyarakat yang telah kembali normal.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya