Berita

Fotokopi ijazah S1 Kehutanan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Politik

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

KAMIS, 26 MARET 2026 | 02:11 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tanda kekalahan bekas Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam kasus tuduhan ijazah palsu itu mudah dibaca, yaitu: lari dari substansi, mainkan isu lain untuk mengalihkan, pecah belah dan adu domba, hindari persidangan.

Demikian dikatakan kuasa hukum Roy Suryo cs, Ahmad Khozinudin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 26 Maret 2026.

Untuk isu pertama, Jokowi berusaha mengalihkan isu pada kasus ijazah palsu melalui sejumlah isu pengalihan. 


"Dulu, mainkan isu ada orang besar dan partai besar dibalik perjuangan membongkar ijazah palsu," kata Khozinudin.

Saat ini, kata Khozinudin, kubu Jokowi memainkan isu ada aliran duit miliaran di kasus ijazah palsu, dengan hanya bermodal narasi dan akun serta narator anonim.

"Dulu, menyerang dari luar. Melalui sejumlah relawan, hingga membuat Partai Demokrat geram," kata Khozinudin.

Namun begitu Partai Demokrat membuat laporan, relawan dan buzzer bungkam.

"Tak lagi mengaitkan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan Partai Demokrat membekingi kasus via Roy Suryo," pungkas Khozinudin.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya