Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Emas Melorot ke Level Terendah, Safe Haven Kian Tertekan

RABU, 25 MARET 2026 | 07:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kilau emas kembali memudar. Aset safe haven ini terpaksa melanjutkan tren pelemahan akibat ekspektasi kenaikan suku bunga global yang kian menguat, menyusul tensi tinggi di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran inflasi energi.

Dikutip dari Reuters, pergerakan harga logam mulia mencatatkan angka-angka krusial. Harga emas spot terkoreksi 0,4 persen  ke level 4.389,26 Dolar AS per ons  pada perdagangan Selasa 24 Maret 2026. 

Ini merupakan titik terendah sejak November lalu.


Sementara, Harga emas berjangka Amerika Serikat untuk April) ditutup melemah tipis 0,1 persen di posisi 4.402,00 Dolar AS per ons.

Harga emas kini telah ambles lebih dari 21 persen dari puncaknya pada 29 Januari lalu yang sebesar 594,82. Bahkan sejak konflik pecah pada 28 Februari, nilainya sudah merosot hampir 17 persen. 

Meskipun secara tradisional emas dianggap sebagai pelindung nilai (hedging) terhadap inflasi, situasi saat ini justru menjadi bumerang. Konflik di Timur Tengah telah menghambat sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global melalui Selat Hormuz. 

Lonjakan harga energi ini memicu ketakutan akan inflasi yang meluas, sehingga memaksa bank sentral (termasuk The Fed) untuk tetap agresif mempertahankan suku bunga tinggi. Dalam kondisi ini, emas kehilangan daya tariknya karena tidak memberikan imbal hasil (yield) dibandingkan instrumen berbunga lainnya.

Pasar mulai melihat sedikit cahaya berkat upaya diplomatik. Perdana Menteri Pakistan menyatakan kesediaan menjadi mediator antara AS dan Iran. Kabar ini muncul setelah Presiden Donald Trump menunda ancaman serangan menyusul dialog yang disebutnya "produktif".

Di tengah redupnya emas, beberapa logam industri menunjukkan performa yang kontras. Perak spot menguat 0,4 persen ke level 69,43 Dolar AS. Platinum menguat 1 persen menjadi 1.900,13 Dolar AS dan paladium anjlok tajam 2,1 persen ke posisi 1.403,75 Dolar AS.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya