Berita

Ilustrasi/Apple.

Tekno

Mengapa Harga iPhone 15 Tiba-Tiba Melambung Naik Jutaan Rupiah?

SELASA, 24 MARET 2026 | 16:46 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Belakangan ini, lonjakan harga iPhone 15 di Indonesia tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan konsumen.

Produk flagship andalan Apple ini sebelumnya sempat berada dalam tren harga yang stabil dan bahkan cenderung mengalami penurunan.

Namun, secara mendadak, harganya justru berbalik naik secara drastis di berbagai kanal penjualan.


Kenaikan harga ini tercatat mencapai angka Rp1,5 juta, sebuah fenomena yang dinilai sangat tidak lazim oleh para konsumen.

Sejumlah pengamat pasar menilai bahwa kenaikan harga iPhone 15 kali ini tergolong tidak wajar jika kita membandingkannya dengan siklus harga smartphone pada umumnya.

Dalam kondisi normal, harga sebuah ponsel pintar biasanya akan terus menurun setelah melewati masa awal peluncurannya.

Sayangnya, yang terjadi di pasar saat ini justru sebaliknya; harga mengalami kenaikan yang sangat signifikan dalam waktu yang relatif singkat.

4 Faktor Pemicu Kenaikan Harga

Apa yang sebenarnya membuat harga ponsel primadona ini melambung tinggi? Berbagai analisis menunjukkan bahwa ada beberapa faktor utama yang menjadi pemicu lonjakan harga tersebut.

Tekanan Nilai Tukar

Adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memberikan dampak langsung. Kondisi ini membuat harga produk-produk impor, termasuk iPhone, ikut terdorong naik.

Keterbatasan Pasokan Barang

Distribusi barang yang belum merata ke seluruh penjuru daerah serta stok yang terbatas juga menyebabkan harga jual di pasaran semakin meningkat.

Permintaan Konsumen yang Tetap Tinggi

Hukum ekonomi dasar sedang bekerja. Walaupun harganya mengalami kenaikan, minat masyarakat terhadap iPhone 15 ternyata stabil tinggi dan tidak menunjukkan penurunan yang signifikan.

Strategi Harga Pihak Distributor

Penyesuaian margin keuntungan yang dilakukan oleh pihak distributor maupun retailer juga turut mengambil peran dalam memengaruhi tingginya harga jual di pasaran.

Kenaikan harga yang tak terduga ini pada akhirnya turut memicu terjadinya perubahan pada perilaku konsumen di pasar gawai Tanah Air.
Fenomena ini menjadi bukti nyata bagaimana faktor ekonomi makro, kelangkaan barang, dan tingginya minat pembeli dapat secara bersamaan mendongkrak harga sebuah produk teknologi.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya