Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)
Bursa saham Eropa berhasil bangkit pada perdagangan Senin 23 Maret 2026 waktu setempat.
Penguatan ini mengakhiri pelemahan tiga hari beruntun setelah sentimen pasar membaik akibat sinyal deeskalasi konflik antara AS dan Iran.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup menguat 0,61 persen ke level 576,78, membalikkan keadaan setelah sempat anjlok 2,5 persen di sesi pembukaan.
Pembalikan tajam ini dipicu oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran, meskipun pihak Teheran sempat membantah adanya pembicaraan produktif tersebut.
Pergerakan indeks utama di tingkat regional menunjukkan hasil variatif namun cenderung positif; DAX Jerman melonjak 1,22 persen menjadi 22.653,86, CAC Prancis menguat 0,79 persen menjadi 7.726,20, dan FTSE 100 Inggris melemah 0,24 persen atau 24,18 poin ke posisi 9.894,15.
Sektor pertambangan, keuangan, serta perjalanan memimpin penguatan, didorong oleh harapan meredanya ketegangan geopolitik.
Harga minyak mentah Brent yang anjlok hingga 9 persen menjadi pedang bermata dua, di mana saham sektor energi merosot tajam namun saham maskapai penerbangan seperti Air France dan Lufthansa justru melesat masing-masing 3,9 persen dan 3,4 persen karena prospek biaya bahan bakar yang lebih rendah.
Kendati berhasil rebound, pasar Eropa dinilai masih rapuh dan berada di ambang zona koreksi teknis dengan penurunan total sekitar 9 persen dari level tertingginya pada Februari.
Investor tetap waspada terhadap volatilitas harga energi mengingat ketergantungan Eropa pada pasokan melalui Selat Hormuz.
Di tengah ketidakpastian ini, aksi korporasi besar tetap memberi warna pada pasar, seperti melonjaknya saham Telecom Italia setelah adanya rencana akuisisi oleh Poste Italiane, serta melesatnya saham Delivery Hero pasca penjualan unit bisnisnya di Taiwan kepada Grab.