Berita

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. (Foto: Instagram Kemenhub)

Bisnis

Menhub Siapkan Strategi Khusus Amankan Arus Balik Lebaran 1447 H Lintas Sumatra-Jawa

SENIN, 23 MARET 2026 | 11:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Strategi pengamanan arus balik Lebaran 2026 di lintas penyeberangan Sumatra-Jawa kini menjadi fokus Utama Kementerian Perhubungan (Kemenhub). 

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan, langkah ini diambil guna menjamin pergerakan masyarakat tetap terkendali, selamat, aman, dan lancar.

Kemenhub bergerak cepat mengevaluasi berbagai titik krusial yang ditemukan selama puncak arus mudik 2026 sebagai bahan persiapan langkah antisipatif.


“Puncak arus mudik sudah kita lewati. Saat ini, fokus kita adalah memastikan arus balik dapat dikelola lebih baik, dengan respons yang lebih cepat serta strategi yang lebih matang,” kata Menhub Dudy sebagaimana keterangan di Jakarta, dikutip Senin 23 Maret 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan usai memimpin rapat koordinasi di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Merak, yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Dalam kesempatan itu, Menhub menginstruksikan kesiapsiagaan penuh melalui skenario yang adaptif terhadap dinamika lapangan.

Sejumlah taktik telah disusun, mulai dari percepatan mekanisme tiba–bongkar–berangkat (TBB) saat volume kendaraan meningkat, hingga simulasi kapasitas layanan pada lima dan enam dermaga demi memastikan daya tampung yang optimal.

Langkah pencegahan juga menyasar potensi hambatan di titik crossing Bakauheni serta optimalisasi rest area. Koordinasi intensif dengan Kepolisian terus dilakukan guna mengatur distribusi arus kendaraan. Selain itu, penggunaan dermaga non-TBB dievaluasi bersama pengaturan jumlah kapal agar operasional tetap efisien. Menhub juga menyiapkan pelabuhan alternatif seperti Pelabuhan Panjang–Krakatau Bandar Samudra (KBS) jika terjadi penumpukan.

Dari sisi teknologi, pemantauan real-time di wilayah Bakauheni diperkuat dengan penggunaan drone untuk mendeteksi antrean secara akurat. Di area hulu, mekanisme delaying system di Pulau Sumatra dimaksimalkan lewat optimalisasi buffer zone dan rest area bersama Korlantas Polri. Kewaspadaan juga ditingkatkan pada titik rawan macet, seperti area penjual oleh-oleh di sekitar turunan flyover.

Menhub menegaskan bahwa seluruh catatan selama arus mudik harus menjadi dasar penyempurnaan strategi, mengingat pergerakan warga masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan.

“Setiap catatan selama arus mudik harus segera kita perbaiki. Jangan menunggu masalah membesar. Kuncinya ada pada kecepatan respons dan ketepatan pengambilan keputusan di lapangan,” ujar Menhub.

Evaluasi mencatat bahwa puncak arus mudik jatuh pada 18 Maret 2026. Meski berjalan baik, optimalisasi TBB baru mencapai 3 hingga 4 dermaga. Menhub meminta agar mekanisme ini diperluas hingga 6 dermaga guna menekan potensi antrean panjang.

“Penerapan TBB harus lebih responsif terhadap dinamika di lapangan. Jika terjadi lonjakan, harus bisa segera diberlakukan secara optimal,” kata Menhub.

Pengendalian arus di dalam kawasan pelabuhan juga menjadi sorotan agar antrean tidak meluber keluar. Rekayasa operasional di kawasan penyangga seperti Indah Kiat diusulkan melalui penambahan akses bongkar muat guna menghindari perpotongan kendaraan.

Terkait tiket, perluasan radius zona pembelian Ferizy hingga lebih dari 4 km disiapkan untuk mengurangi kepadatan di jalur menuju pelabuhan. Menhub juga menegaskan penerapan prinsip satu NIK untuk satu tiket guna memberantas praktik ilegal.

"Tidak boleh ada ruang untuk praktik percaloan. Sistem harus menjamin keadilan, ketertiban, dan kemudahan bagi masyarakat,” tegasnya.

Menutup arahannya, Menhub menekankan bahwa aspek keselamatan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

"Kita pastikan seluruh layanan berjalan selamat, aman, dan tertib sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan balik dengan nyaman,” kata Menhub.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya