Berita

CEO Saudi Aramco Amin H. Nasser (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube FII Institute)

Bisnis

Bos Saudi Aramco Batal Hadir Forum Energi Dunia dan Pilih Pantau Perang

SENIN, 23 MARET 2026 | 10:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

CEO Saudi Aramco, Amin H. Nasser, membatalkan kehadirannya dalam konferensi energi internasional CERAWeek di Houston, Amerika Serikat. Ia memilih tetap berada di Arab Saudi untuk memantau langsung dampak konflik yang melibatkan Iran.

Dikutip dari CNBC, Senin 23 Maret 2026, CERAWeek yang digelar oleh S&P Global merupakan salah satu ajang paling bergengsi di sektor energi, yang mempertemukan para pemimpin industri, pejabat pemerintah, hingga pembuat kebijakan dari seluruh dunia. Biasanya, Nasser menjadi salah satu tokoh utama yang ditunggu dalam forum tersebut.

Namun kali ini, ia tidak hanya absen secara langsung, tetapi juga tidak mengirimkan pesan video. Keputusan ini mencerminkan besarnya tekanan yang dihadapi Aramco di tengah konflik yang semakin memanas.


Perang yang kini memasuki minggu keempat telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan mengguncang pasar energi global. Iran melakukan serangan balasan yang berdampak pada terganggunya Selat Hormuz yang jadi jalur penting yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Sejumlah fasilitas energi di kawasan Teluk, termasuk milik Aramco, turut menjadi sasaran.

Ketegangan meningkat setelah Donald Trump mengancam akan menyerang fasilitas energi Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali. Ancaman ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.

Dalam pernyataan sebelumnya, Nasser telah mengingatkan dampak serius dari situasi ini. Ia menegaskan, “akan ada konsekuensi bencana bagi pasar minyak dunia jika gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut.”

Untuk mengantisipasi krisis, Aramco mengalihkan distribusi minyak melalui jalur pipa dari pantai timur ke barat serta memangkas produksi sekitar 2 juta barel per hari. Namun, jalur alternatif ini juga menghadapi risiko setelah serangan drone dan rudal menyasar fasilitas energi di kawasan Laut Merah.

Serangan tidak hanya terjadi di Arab Saudi, tetapi juga meluas ke negara Teluk lainnya seperti Kuwait dan Qatar. Bahkan, sebagian kapasitas produksi LNG Qatar dilaporkan harus dihentikan akibat serangan tersebut.

Absennya sejumlah petinggi energi dari kawasan Teluk di forum CERAWeek semakin menegaskan bahwa konflik Iran kini telah memasuki fase kritis dan berpotensi mengguncang stabilitas energi global.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya