Berita

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (AFP)

Global

Netanyahu Ketar Ketir Minta Bantuan Negara Lain Serang Iran

SENIN, 23 MARET 2026 | 09:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta dukungan para pemimpin dunia untuk melawan Iran, menyusul eskalasi serangan yang dinilai semakin meluas dan berbahaya.

Seruan itu disampaikan Netanyahu saat meninjau lokasi dampak serangan rudal Iran di Kota Arad, Minggu waktu setempat. 

Dalam kunjungan tersebut, ia memperingatkan bahwa kemampuan militer Iran tidak hanya mengancam kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi menjangkau hingga Eropa.


“Mereka memiliki kapasitas untuk menjangkau jauh ke dalam Eropa. Mereka menempatkan semua orang dalam sasaran mereka,” kata Netanyahu seperti dikutip dari The Jerusalem Post, Senin 23 Maret 2026.

Ia juga mendesak negara-negara lain untuk mendukung operasi militer Israel yang diberi nama “Operation Roaring Lion” atau “Epic Fury” sebagai respons terhadap serangan Iran.

Menurut Netanyahu, rentetan serangan dalam 48 jam terakhir menjadi bukti bahwa Iran telah berkembang menjadi ancaman global. Ia turut menyinggung serangan yang disebut menyasar wilayah dekat situs suci di Yerusalem.

Serangan rudal Iran pada Sabtu dilaporkan menyebabkan puluhan orang terluka serta kerusakan di Arad. Namun, Netanyahu menyebut tidak adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Kami merespons dengan kekuatan besar, tetapi tidak menargetkan warga sipil,” tegasnya.

Di sisi lain, Netanyahu mengimbau masyarakat Israel agar tetap siaga dan mencari perlindungan saat sirene peringatan berbunyi.

“Jangan lengah, jangan acuh,” pesannya.

Sejumlah pejabat yang turut meninjau lokasi serangan, termasuk Menteri Keuangan Bezalel Smotrich menjanjikan percepatan bantuan bagi warga terdampak.

“Tidak ada keluarga yang rumahnya rusak akan dibiarkan tanpa bantuan,” kata Smotrich.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “kejahatan perang”, dengan menuding Iran secara sengaja menargetkan warga sipil.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya