Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Nusantara

Asparagus Jatim Bahas Kriteria Calon Ketum PBNU Mendatang

SENIN, 16 MARET 2026 | 05:18 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pembahasan mengenai sosok calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menjadi perbincangan hangat di kalangan pesantren menjelang pelaksanaan Muktamar NU mendatang.

Isu strategis ini mengemuka di sela acara buka puasa bersama yang digelar komunitas putra kiai se-Jawa Timur.

Ratusan putra kiai yang tergabung dalam komunitas Asparagus (Aspirasi Para Gus) se-Jawa Timur berkumpul dalam suasana akrab di Pondok Tinggi (Ponti) Darul Ulum, Rejoso, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Sabtu 14 Maret 2026.


Pertemuan yang berlangsung santai khas pesantren tersebut dihadiri para Gus dari berbagai penjuru wilayah, mulai dari ujung timur Banyuwangi dan Sumenep, hingga ujung barat di Magetan dan Pacitan.

Selain mempererat tali silaturahmi antar-pesantren, sejumlah isu krusial terkait masa depan organisasi menjadi bahan diskusi utama. Salah satu topik yang paling mencuat adalah dinamika menjelang Muktamar NU, khususnya mengenai kriteria figur yang layak memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Tuan rumah kegiatan, KH Zahrul Jihad atau yang akrab disapa Gus Heri, menjelaskan bahwa agenda buka bersama ini merupakan pertemuan rutin yang telah memasuki tahun kesepuluh bagi komunitas Asparagus.

"Ini sudah yang ke-10 kali. Kegiatannya memang santai, tetapi biasanya juga ada pembahasan penting, termasuk rencana halal bihalal ke depan dan diskusi mendalam soal NU," ujar Gus Heri dikutip Kantor RMOLJatim, Minggu malam, 15 Maret 2026.

Gus Heri menegaskan bahwa pertemuan para putra kiai ini murni membahas pengembangan organisasi dan tidak bersinggungan dengan kepentingan politik praktis. Fokus diskusi lebih diarahkan pada upaya menjaga tradisi pesantren di dalam tubuh NU.

"Justru yang kita bahas tentang NU. Kita mencoba mengkritisi NU agar lebih baik ke depannya. Saya pastikan tidak ada kepentingan politik tertentu dalam forum ini," tegasnya.

Dalam dinamika perbincangan tersebut, muncul sejumlah nama tokoh yang dinilai memiliki kapasitas mumpuni untuk menduduki kursi PBNU 1. Salah satu nama yang disebut secara terbuka adalah KH Luqman Harist Dimyathi atau Gus Luqman.

Gus Luqman yang merupakan pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas, Pacitan, dinilai sebagai sosok yang memiliki pengaruh kuat di akar rumput pesantren. Ia dianggap sebagai figur yang mampu menjembatani aspirasi kiai-kiai sepuh dan generasi muda NU.

Tak hanya soal kepemimpinan, pertemuan tersebut juga menyoroti urgensi penguatan teknologi informasi di lingkungan pesantren. Tokoh Asparagus lainnya, KH Zahrul Ashar Asumta atau Gus Hans, menilai kolaborasi digital antar-pesantren sudah tidak bisa ditawar lagi.

"Komunikasi seperti ini perlu ditingkatkan melalui dukungan teknologi. Jika ada pesantren yang kekurangan tim IT, kita bisa saling bantu dengan jaringan pesantren yang sudah memiliki tim teknologi mapan. Intinya kita saling menguatkan," tutur Gus Hans.

Menutup rangkaian acara yang juga dihadiri oleh Wakapolres Jombang Kompol Syarlis tersebut, para Gus berharap forum ini menjadi pemantik gagasan segar bagi kemajuan NU. Sinergi antar-pesantren diharapkan tetap solid guna menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya