Berita

Mobil-mobil yang rusak dan dilalap api terlihat di Tel Aviv, Minggu 15 Maret 2026 (Foto: X)

Dunia

Rudal Iran Hantam Tel Aviv, Sirine Menggema Picu Kepanikan Warga

MINGGU, 15 MARET 2026 | 16:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Gelombang serangan rudal Iran dilaporkan menghantam wilayah Palestina tengah dan kawasan Tel Aviv pada Minggu dini hari waktu setempat, 15 Maret 2026. 

Serangan tersebut memicu ledakan besar, kebakaran di sejumlah titik, serta kepanikan di kalangan warga dan pemukim Israel.

Media Israel melaporkan serangkaian ledakan kuat terjadi setelah rudal-rudal Iran menargetkan wilayah jauh di dalam wilayah yang diduduki Israel. 


Beberapa lokasi di Tel Aviv dilaporkan mengalami kebakaran, sementara kerusakan juga tercatat di kota Ramla dan Holon.

Sirene peringatan serangan udara dilaporkan terus berbunyi di berbagai wilayah Israel tengah, termasuk sekitar Tel Aviv dan area Ben Gurion Airport. 

Peringatan juga terdengar hingga sejumlah permukiman seperti Avivim di wilayah al-Jalil bagian atas dan Metula di utara.

Saluran televisi Israel Channel 12 menyebut pecahan rudal juga jatuh di Bnei Brak, sebelah timur Tel Aviv. 

Insiden tersebut mendorong pasukan Israel menyisir beberapa lokasi di wilayah tengah yang terdampak pecahan rudal maupun proyektil yang berhasil dicegat sistem pertahanan udara.

Di tengah serangan tersebut, media Israel juga melaporkan adanya pesan ancaman yang dikirim ke ponsel warga. 

"Ambillah napas terakhirmu. Api amarah kami tidak akan meninggalkanmu di mana pun," bunyi pesan tersebut. 

Sementara itu, otoritas Israel dilaporkan telah memberi tahu Amerika Serikat bahwa cadangan rudal pencegat balistik mereka mulai mendekati tingkat kritis seiring intensitas serangan Iran yang terus meningkat.

Seorang pejabat AS bahkan mengakui situasi tersebut sudah diperkirakan sebelumnya.

Para analis militer menilai konflik ini kini berkembang menjadi perang daya tahan antara kemampuan produksi rudal Iran dan persediaan sistem pencegat milik Israel dan Amerika Serikat. 

Ketimpangan biaya juga menjadi faktor penting, karena rudal Iran diperkirakan hanya berharga ratusan ribu dolar, sementara satu rudal pencegat canggih dapat menelan biaya hingga jutaan dolar.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya