Berita

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. (Fot0: Dok. Humas MK)

Politik

Teror ke Aktivis Terus Berulang, Terkesan Ada Pembiaran

SABTU, 14 MARET 2026 | 10:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Teror terhadap aktivis kembali terjadi di Indonesia. Kali ini menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai teror yang terus berulang menunjukkan adanya kesan pembiaran oleh negara, khususnya aparat penegak hukum.

“Teror terus terjadi karena terkesan ada pembiaran oleh negara, khususnya aparat hukum. Indikasi itu terlihat dengan belum adanya pelaku teror yang ditangkap,” kata Jamiluddin kepada wartawan, Sabtu, 14 Maret 2026.


Ia menegaskan, aksi teror jelas merupakan bentuk pembangkangan terhadap konstitusi. Pasal 28E dan 28F UUD 1945 secara tegas menjamin kebebasan berpendapat, berekspresi, dan berkomunikasi.

Menurutnya, teror juga menjadi ancaman serius bagi demokrasi, hak asasi manusia (HAM), dan kebebasan sipil karena menggunakan ketakutan serta ancaman sebagai alat tekanan.

“Hal itu jelas menjadi antesis dari nilai-nilai demokrasi yang mencakup kebebasan, persamaan, keadilan, serta penghormatan terhadap HAM. Semua ini jelas dijamin dalam konstitusi,” ujarnya.

Karena itu, Jamiluddin menilai aneh jika berbagai kasus teror yang kerap terjadi di tanah air tidak mampu diungkap pelaku maupun aktor intelektualnya.

“Hal ini kiranya membuat pelaku teror terus merasa nyaman dan tak khawatir atas perbuatannya,” katanya.

Jamiluddin memperingatkan, selama aparat hukum tidak berhasil mengungkap pelaku dan aktor intelektual di balik aksi teror, maka kejadian serupa akan terus berulang. Bahkan, bukan tidak mungkin aksi teror menjadi semakin sadis dan dapat menimpa siapa saja, termasuk aparat penegak hukum.

Ia menekankan bahwa situasi tersebut dapat mengusik rasa aman masyarakat yang seharusnya dijamin oleh konstitusi.

Karena itu, aparat penegak hukum didorong untuk segera mengungkap pelaku serta aktor intelektual di balik berbagai aksi teror yang terjadi.

“Dengan begitu aparat keamanan sudah melindungi anak bangsa sesuai kehendak konstitusi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras kawasan Jakarta Pusat.

Kejadian tersebut usai Andrie Yunus mengisi sinian atau podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) pada Kamis malam, sekitar pukul 23.00 WIB, 12 Maret 2026.

"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," kata Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya dalam keterangannya, Jumat, 13 Maret 2026.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya